Pemerintah Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Saat ini pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan sebagai alat transportasi.

“Elektro mobilitas dapat membuat transportasi lebih bersih dan lebih murah, ini juga sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI),” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Budi Karya memberikan apresiasi kepada motor listrik produk dari PT BYXE Motor Indonesia (BMI) yang diperkenalkan.

Adapun masing-masing kendaraan listrik tersebut yaitu BYXE, XADE, SERGAP dan Prototype Motor Patroli.

Menurut Menhub, produk tersebut memunculkan optimisme untuk diproduksi secara massal dan
digunakan masyarakat.

Menhub juga berharap motor listrik tersebut segera mengaspal karena sudah lulus SUT (Sertifikasi Uji Tipe) dan dapat menjadi salah satu solusi adanya permasalahan lingkungan seperti pemanasan global, efek gas rumah kaca, dan emisi karbon, yang mengharuskan semua pihak melakukan upaya penanganan serius.

“Mari terus berkarya, berinovasi, untuk menampilkan produk-produk unggulan supaya semua bangga menggunakan produk Indonesia. Ini harus kita dukung agar ekonomi kita bangkit dan lebih baik menuju Indonesia Emas di Tahun 2045,” ujar Menhub.

Sebagai catatan, motor listrik tersebut merupakan karya anak bangsa yang dibuat sebagai bentuk respon terhadap peluang di bidang transportasi, energi, dan teknologi yang semakin terbuka dan berkembang di Indonesia.

Sedangkan tenaga penggeraknya, menggunakan baterai. Kemudian komponennya, juga diproduksi di dalam negeri atau menggandeng perusahaan lokal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini