Pemerintah Dorong Generasi Muda Penggerak Program Swasembada Energi Nasional

Baca Juga

MataIndonesia, JAKARTA – Pemerintah terus mendorong peran generasi muda dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui berbagai program dan inovasi di sektor energi berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian penting dari visi besar Indonesia menuju Net Zero Emission 2060 serta pembangunan ekonomi hijau yang inklusif.

Salah satu inisiatif nyata datang dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream PT Pertamina (Persero), yang meluncurkan program inspiratif bertajuk Pertamina Hulu Energi Youth Program: Upstream Force di Universitas Pertamina.

Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations PHE, Fitri Erika, menyampaikan bahwa generasi muda merupakan penggerak utama transformasi energi nasional.

“Kami ingin menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat kolaborasi mahasiswa agar berperan aktif menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Fitri.

Program ini menjadi wadah kolaboratif bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam dunia hulu migas serta berkontribusi terhadap pengembangan energi masa depan. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif, seperti PHE Upstream Champion Theresia Iin Wulandari, Founder Start Your Content Academy Victoria Wong, dan Social Media Manager Kapanlagi Youniverse Eko Setiawan.

Selain talkshow interaktif, kegiatan ini juga menghadirkan kompetisi talent scouting bertema “Hulu Migas Sebagai Awal Ketahanan Energi”. Tim terbaik akan diundang mengikuti PHE Youthcamp: Energy Future Innovators, program pelatihan eksklusif selama dua hari yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri energi, kreator digital, dan mentor profesional.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Wawan Gunawan A Kadir, mengapresiasi langkah Pertamina Hulu Energi yang membuka ruang pembelajaran kreatif bagi mahasiswa.

“Mahasiswa diharapkan dapat menggali inspirasi dan contoh nyata dari para pelaku industri hulu migas untuk menyiapkan diri menjadi inovator energi masa depan,” ucapnya.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) turut memperkuat komitmen pengembangan energi bersih dengan membangun fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kampus Cimahi.

Kepala BBPPMPV BMTI, Anwar Sidarta, menegaskan bahwa fasilitas PLTS tersebut bukan sekadar sarana belajar, tetapi juga laboratorium inovasi untuk menumbuhkan budaya riset di bidang energi hijau.

“Kami ingin memastikan guru dan tenaga kependidikan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan green economy di sektor pendidikan,” jelasnya.

Inisiatif ini disambut baik oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang menilai langkah tersebut menjadi contoh nyata integrasi prinsip keberlanjutan dalam sistem pendidikan vokasi. “Transformasi pendidikan vokasi harus sejalan dengan kebutuhan industri masa depan dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Tak hanya di ruang akademik, semangat kepemimpinan muda juga terlihat di lapangan. Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa menampilkan kisah lima local hero muda yang menjaga lingkungan, menanam mangrove, dan mengembangkan pertanian berkelanjutan bersama masyarakat sekitar.

Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, menyebutkan bahwa semangat muda ini menjadi energi positif bangsa.

“Kami percaya, kekuatan terbesar Indonesia bukan hanya pada sumber daya alamnya, tetapi pada jiwa-jiwa muda yang berani bermimpi dan berbuat untuk negeri,” tuturnya.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, BUMN, dan lembaga pendidikan dalam mencetak generasi muda berdaya saing tinggi yang siap menjadi penggerak program swasembada energi nasional menuju Indonesia berdaulat energi dan berkelanjutan. (*/rls)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini