Pemerataan Ekonomi Terus Tumbuh melalui Kopdes Merah Putih

Baca Juga

MataIndonesia, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih berperan penting dalam meringankan beban hidup masyarakat, terutama melalui penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Program ini juga memberi ruang bagi UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka melalui jaringan koperasi, sehingga ekonomi desa menjadi lebih aktif dan merata. “Koperasi Desa Merah Putih akan ringankan beban hidup masyarakat kita, dengan menjual beras murah, minyak goreng murah, LPG subsidi, pupuk subsidi, sesuai harga jual,” tuturnya.

Melanjutkan arahan Presiden, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dibentuk untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dan memastikan keuntungan koperasi langsung dirasakan oleh rakyat. Program ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dan lembaga desa agar koperasi dapat tumbuh berkelanjutan serta membuka peluang kerja lokal di berbagai sektor. Inisiatif ini menjadi fondasi bagi pemberdayaan ekonomi desa yang lebih luas.

“Fungsi dari Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih adalah menjadi offtaker dari hasil produk masyarakat desa,” ujarnya.

Dalam kerangka tata ekonomi yang lebih adil, Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menekankan bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar program ekonomi, tetapi fondasi baru bagi terciptanya kesejahteraan sosial di tingkat desa. Program ini dilengkapi pelatihan manajemen dan pendampingan teknis bagi pengelola agar koperasi dapat berjalan optimal, serta pembangunan gerai, gudang, dan fasilitas pendukung secara serentak di berbagai daerah.

“Kopdes Merah Putih bukan sekadar program, melainkan fondasi baru bagi lahirnya tata ekonomi yang lebih adil dan berkeadilan sosial,” katanya.

Dukungan pemerintah pusat dan daerah memastikan setiap fasilitas dan pendampingan teknis berjalan efektif, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa, memperkuat distribusi produk lokal, dan meningkatkan ketahanan pangan. Sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat diharapkan menciptakan efek berganda bagi kesejahteraan masyarakat desa dan menjadikan Kopdes Merah Putih model pemerataan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Program Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini