Pembunuhan di Sigi, JK Minta Aparat Tumpas Habis Terorisme

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jusuf Kalla ikut berduka atas peristiwa pembunuhan keji di Sigi, Sulawesi Tengah yang dilakukan gerombolan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Menurut JK, aksi pembunuhan yang menewaskan empat orang sekeluarga itu sudah kelewat batas. Ia pun berharap, aparat bisa menumpas habis gerombolan penjahat tersebut.

“Tentunya aparat kepolisian atau keamanan telah melakukan usaha keras dalam menumpas gerakan teroris. Tapi lagi kita berharap aparat mengerahkan segala upaya menumpas gerakan teror sampai ke akar-akarnya agar mereka tidak berkeliaran lagi di Poso, demikian pula gerakan teror di wilayah lainnya di Indonesia ini,” kata JK dalam keterangannya, Minggu 29 November 2020.

“Dengan usaha keras aparat akan memulihkan rasa ketakutan masyarakat sekaligus memberi jaminan keamanannya,” ujar JK menambahkan.

JK juga menyampaikan bela sungkawa mendalam untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Atas peristiwa yang menimpa satu keluarga yang menjadi korban aksi teroris di Sigi Poso, saya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam, semoga para korban mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata JK.

“Saya juga mengecam keras aksi teroris yang melampaui batas batas kemanusiaan yang terjadi di Poso tersebut,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini