Jaksa Mulai Selidiki Kejanggalan pada Kematian Maradona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jaksa penuntut umum (JPU) Argentina menyelidiki kematian legenda sepakbola dunia Diego Armando Maradona dalam usia 60 tahun dengan menyita data rekam jejak medis dari dokter yang merawatnya semasa hidup.

JPU San Isidro, di daerah pinggiran Buenos Aires, mengaku sudah mendapat persetujuan hakim setempat untuk melakukan penyelidikan itu.

Bukan hanya menyita rekam medis, penyidik juga melakukan wawancara dengan sejumlah orang termasuk kerabat dekat Maradona.

“Bukti yang terkumpul membuat kesimpulan diperlukannya penggeledahan di rumah dan kantor Dokter Leopoldo Luque.”

Namun, informasi yang mendasari penyelidikan tersebut hingga kini masih ditutup olah jaksa penuntut umum.

Luque dengan tegas menyatakan tidak ada malpraktik dan menyatakan dia tidak bertanggung jawab atas kematian Maradona.

Dia menegaskan sudah melakukan upaya terbaik untuk membantu Maradona dari masalah ketergantungan zat berbahaya menahun pada diri legenda tersebut.

Pada Kamis 26 November 2020, pengacara Maradona, Matias Moria, memang mengungkapkan keinginannya melakukan penyelidikian atas kematian itu karena respon petugas medis darurat yang dinilainya lambat.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini