Pembangunan Papua Pesat, Diimbangi Peningkatan SDM

Baca Juga

MATA INDONESIA JAKARTA-Saat ini Papua tak lagi identik dengan wilayah yang terbelakang, karena sudah banyak infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah. Salah satu contohnya dengan adanya jalan trans Papua dan bandara internasional Sentani, maka mobilitas masyarakat lebih mudah.

Pembangunan tersebut mendapat sorotan dari pengamat kebijakan publik Lisman Manurung. Menurutnya pembangunan fisik di Papua terus berkembang pesat selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, kata dia, pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal itu dilakukan agar semua bisa bersinergi satu sama lain.

Tak hanya itu soal pembangunan, harus juga dipikirkan keselamatan, karena banyak yang terjadi sekarang ketika ada pembangunan mereka terancam dengan adanya serangand ari luar.

“Hal itu yang perlu juga jadi perhatian, agar mereka yang bekerja disana merasa aman tidak ketakutan,” ujarnya.

Keamanan jadi modal dasar pembangunan dimanapun bisa berjalan terlebih di Papua yang identik dengan banyak serangan.

Keberhasilan pembangunan di Papua memang patut diapresiasi, karena membuktikan keseriusan pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan di sana.

Mulai dari modernitas, pemerataan pembangunan, sampai pendekatan ke warga sipil saat ada infrastruktur baru yang akan dibangun. Sehingga mereka mengerti bahwa semua ini untuk kesejahteraan rakyat.

Presiden Jokowi ingin ada pemerataan antara Indonesia timur dan barat. Oleh karena itu, pembangunan di wilayah Papua terus digenjot.

Karena hanya dengan pembangunan, akan ada persamaan kemajuan antara di Jawa dan Papua. Jangan sampai rakyat di Bumi Cendrawasih tidak bisa menikmati modernitas dan merasakan ketidakadilan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini