Pembangunan Papua Pesat, Diimbangi Peningkatan SDM

Baca Juga

MATA INDONESIA JAKARTA-Saat ini Papua tak lagi identik dengan wilayah yang terbelakang, karena sudah banyak infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah. Salah satu contohnya dengan adanya jalan trans Papua dan bandara internasional Sentani, maka mobilitas masyarakat lebih mudah.

Pembangunan tersebut mendapat sorotan dari pengamat kebijakan publik Lisman Manurung. Menurutnya pembangunan fisik di Papua terus berkembang pesat selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, kata dia, pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal itu dilakukan agar semua bisa bersinergi satu sama lain.

Tak hanya itu soal pembangunan, harus juga dipikirkan keselamatan, karena banyak yang terjadi sekarang ketika ada pembangunan mereka terancam dengan adanya serangand ari luar.

“Hal itu yang perlu juga jadi perhatian, agar mereka yang bekerja disana merasa aman tidak ketakutan,” ujarnya.

Keamanan jadi modal dasar pembangunan dimanapun bisa berjalan terlebih di Papua yang identik dengan banyak serangan.

Keberhasilan pembangunan di Papua memang patut diapresiasi, karena membuktikan keseriusan pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan di sana.

Mulai dari modernitas, pemerataan pembangunan, sampai pendekatan ke warga sipil saat ada infrastruktur baru yang akan dibangun. Sehingga mereka mengerti bahwa semua ini untuk kesejahteraan rakyat.

Presiden Jokowi ingin ada pemerataan antara Indonesia timur dan barat. Oleh karena itu, pembangunan di wilayah Papua terus digenjot.

Karena hanya dengan pembangunan, akan ada persamaan kemajuan antara di Jawa dan Papua. Jangan sampai rakyat di Bumi Cendrawasih tidak bisa menikmati modernitas dan merasakan ketidakadilan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Flu Singapura Tak Ditemukan di Bantul, Dinkes Tetap Waspadai Gejala yang Muncul

Mata Indonesia, Bantul - Dinkes Kabupaten Bantul menyatakan bahwa hingga akhir April 2024 kemarin, belum terdapat kasus flu Singapura yang teridentifikasi. Namun, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Kami belum menerima laporan terkait kasus flu Singapura di Bantul. Kami berharap tidak ada," ujar Agus Tri Widiyantara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Sabtu 4 Mei 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini