Pemain Garuda Select Sering Kehilangan Bola dan Umpan yang Mengecewakan

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOUGHBOROUGH – Pertandingan perdana melawan Port Vale U-18, meninggalkan beberapa catatan untuk perbaikan di lini tengah dan depan skuad Garuda Select. Beberapa poin penting menjadi perhatian Direktur Teknik, Dennis Wise.

Dennis Wise melakukan evaluasi atas beberapa kesalahan pemainnya yang sering kali mudah kehilangan bola. Ini harus segera diperbaiki terutama oleh para gelandang.

Di laga lawan Port Vale U-18, Garuda Select mampu meraih hasil imbang 1-1. Hasil yang cukup bagus karena persiapan tim sangat minim.

“Targetnya adalah pemain tak boleh mudah kehilangan bola. Pemain tak boleh selalu memaksa untuk mengirim bola ke depan. Ada waktunya dimana pemain mempertahankan penguasaan bola dengan mengoper bola ke samping atau belakang,” ujar Wise.

“Pemain tengah harus memastikan tahu melakukan apa sebelum bola sampai di kaki. Mereka harus seperti pemain snooker, yang selalu berpikir jauh dan mengetahui empat hingga lima langkah selanjutnya yang akan diambil. Ini akan menjadi perhatian khusus untuk beberapa poin perbaikan oleh tim pelatih,” tambahnya.

Secara keseluruhan para pemain di lini tengah masih terlalu terburu-buru melepaskan bola yang membuat alur serangan mudah dipatahkan lawan. Hal ini yang seringkali membuat Garuda Select berada dalam posisi tertekan dan menjadi catatan penting untuk lini tengah.

“Saat pertandingan, para pemain punya beberapa peluang lewat serangan balik. Sayangnya umpan akhir, crossing, atau tendangan masih mengecewakan. Bila ini diperbaiki kami akan mencetak lebih banyak gol. Target untuk para penyerang adalah memperbaiki kualitas permainan dan pengambilan keputusan di paruh akhir lapangan agar bisa membuat lebih banyak peluang untuk tim,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini