Pelantikan Presiden dan Penetapan Kabinet jadi Katalis Positif bagi Rupiah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) diramalkan akan melanjutkan penguatan pada Kamis, 24 Oktober 2019.

Sebagai perbandingan kemarin, rupiah ditutup menguat pada level Rp 14.029 per dolar AS atau naik 0,08 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama pun meramalkan rupiah akan tetap perkasa di kisaran Rp 13.990 hingga Rp 14.070 per dolar AS.

Ia mengatakan, penguatan rupiah akan dibayangi oleh sejumlah sentimen yaitu soal euforia investor terkait pelantikan presiden dan wakil presiden serta penetapan menteri yang berlangsung secara kondusif.

“Hal ini memberikan katalis positif bagi penguatan rupiah,” kata dia kemarin sore.

Selain itu, kata Nafan, suasana pelantikan tersebut menjadi gambaran bahwa adanya stabilitas di sektor politik, keamanan maupun makroekonomi domestik sehingga mendorong kepercayaan investor.

“Apalagi Indonesia merupakan negara emerging market dalam kategori investment grade. Maka penguatan rupiah pada hari Kamis masih berpeluang terjadi mengingat akan ada agenda RDG BI dalam rangka penetapan BI 7DRR rate,” ujar dia.

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini