Pekerja Apple Mogok Kerja Karena Masalah Gaji dan Tunjangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SYDNEY –  Sebuah serikat pekerja yang mewakili karyawan Australia dari perusahaan Apple Inc memilih mogok kerja akibat kurangnya kemajuan dalam negosiasi gaji.

Pemogokan satu jam yang rencananya terjadi pada 18 Oktober 2022 bertujuan untuk mengganggu operasi perusahaan teknologi tersebut.

Selain itu, mereka juga ingin menambah tekanan yang perusahaan hadapi di tempat lain pada hubungan industrial.

Pemogokan akan melibatkan sekitar 150 dari 4.000 karyawan Apple di Australia yang terwakilkan oleh Serikat Pekerja Ritel dan Makanan Cepat Saji (RAFFWU).

Ini membatasi sebagian besar layanan pelanggan di setidaknya tiga dari 22 toko perusahaan di Australia.

Aksi mogok tersebut menjadi yang pertama bagi perusahaan Apple di Australia.

Aksi ini juga memperluas eksposur global perusahaan terhadap perundingan bersama seperti halnya melonjaknya tekanan biaya hidup yang mendorong karyawan Apple AS dan perusahaan besar lainnya seperti Amazon.com Inc untuk berserikat.

Di Australia, Apple memulai pembicaraan serikat pekerja dengan mengusulkan inisiatifnya pada bulan Agustus 2022.

RAFFWU dan dua serikat pekerja lainnya pergi ke arbiter industri pada bulan September untuk mencari lebih banyak waktu untuk bernegosiasi.

Sekretaris federal RAFFWU, Josh Cullinan mengatakan “Kami telah mencapai akhir hari ini dan kami masih belum mencapai kesepakatan yang memuaskan, jadi tadi malam para anggota dengan suara bulat mendukung jalan itu.”

Pekerja yang diwakili RAFFWU di sebagian besar toko Apple Australia akan mogok tetapi dampaknya akan paling kuat mempengaruhi gerai dengan lebih banyak perwakilan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Berantas Paham Radikalisme dan Terorisme, Aparat Keamanan Berhasil Tangkap 7 Teroris di Sulteng

Aparat keamanan Republik Indonesia (RI) terus berupaya untuk memberantas penyebaran paham radikalisme dan terorisme di Tanah Air. Upaya tersebut...
- Advertisement -

Baca berita yang ini