PDIP Buka Peluang Koalisi dengan Gerindra-PKB

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-PDI Perjuangan membuka peluang untuk berkoalisi bersama Gerindra dan PKB. Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengutip pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa membangun Indonesia harus bergotong royong. Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani

“Ya mungkin saja berkoalisi dengan Gerindra-PKB, tadi ibu ketum mengatakan membangun Indonesia tidak bisa sendirian harus gotong royong,” kata Puan di sela Rakernas II PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta.

“Presiden juga menyatakan seperti itu harus bisa bantu membantu membangun Indonesia,” katanya.

Puan mengatakan, PDIP telah melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Salah satunya dilakukan di DPR RI.

“Sejak dari sekarang sudah dilakukan komunikasi politik dan di DPR kita selalu membangun komunikasi politik di partai politik juga membangun komunikasi politik,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP akan melakukan silaturahmi dengan partai politik setelah Rakernas II. Rakernas PDIP akan ditutup pada Kamis 23 Juni 2022. “Nanti abis Rakernas kita akan keliling,” kata Hasto.

Hasto pun mengapresiasi para ketua umum partai politik yang sudah melakukan silahturahmi politik. Termasuk silahturahmi yang dibangun oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Gerindra-PKB.

“PDIP menanggapi sangat positif pertemuan para ketua umum partai, baik pak Airlangga pak Zulkifli Hasan, pak Airlangga dengan Pak Suharso Monoarfa. Maupun pak Prabowo dengan Cak Imin semua bagus itulah silahturahmi politik,” ujarnya.

Hasto memandang silahturahmi politik yang dilakukan partai politik untuk membangun kesamaan dalam rangka mengusung calon presiden dan calon wakil presiden. PDIP juga akan melaksanakan silahturahmi dalam waktu dekat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini