Pasukan Keamanan Iran Tangkap Dua Aktivis Perempuan

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Pasukan keamanan di barat daya Iran menangkap dua aktivis sipil Arab Iran pada Rabu (9/12). Sebuah kelompok hak asasi manusia mengungkapkan, keduanya ditangkap dengan tuduhan yang tidak mendasar.

Pasukan keamanan menangkap Fatima Tamimi dan Maryam Ameri di kampung halaman mereka di Mahshahr, sebuah kota di provinsi yang kaya akan minyak, Khuzustan. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRNA), sebuah situs berita yang dijalankan oleh kolektif pembela hak asasi manusia Iran melaporkan.

Melansir English al Arabiya, Jumat, 11 Desember 2020, pihak HRANA mengungkapkan bahwa alasan penangkapan kedua aktivis tersebut dan keadaan mereka saat ini belum jelas.

Tamimi merupakan ibu dua anak berusia 39 tahun. Ia seorang pembuat film yang telah memproduksi beberapa film dokumenter pendek mengenai kemiskinan, kecanduan, pengangguran, dan masalah sosial bagi orang Arab di Iran.

Tamimi dan Ameri dilaporkan merekam cerita-cerita tradisional Arab, lagu-lagu pengantar tidur, dan lagu dari berbagai desa di provinsi Khuzestan sebagai bagian dari proyek sejarah lisan.

Otoritas Iran tidak toleran terhadap berbagai aktivitas budaya etnis. Tak main-main, mereka kerap menangkap aktivis sipil dan budaya Arab atas tuduhan separatisme.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perbaikan Irigasi Daerah Dorong Produktivitas Pertaniandan Jaga Pasokan Pangan

Oleh: Silvi Ayuningtiyas )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuatketahanan pangan nasional melalui pembangunan dan rehabilitasiinfrastruktur irigasi di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagianpenting dari strategi besar meningkatkan produktivitas pertanian sekaligusmemastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat.Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah peningkatandan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Bali. Program yang dijalankanKementerian Pekerjaan Umum tersebut merupakan implementasiInstruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatanpembangunan, peningkatan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaanjaringan irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan.Penanganan jaringan irigasi dilakukan di delapan kabupaten, yakniJembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Fokus utama program ini adalah meningkatkan keandalanlayanan air bagi lahan pertanian sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung lebih optimal sepanjang tahun.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapenguatan infrastruktur irigasi merupakan bagian dari komitmenpemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mendukung sektorpertanian, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhanekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Hasil dari program tersebut mulai terlihat di berbagai wilayah. Di Kabupaten Jembrana, peningkatan kualitas jaringan irigasi berhasilmendorong kenaikan indeks pertanaman dari 150 menjadi 200. Kondisiserupa juga terjadi di Kabupaten Buleleng yang mengalami peningkatanfrekuensi tanam hingga dua kali lipat. Peningkatan tersebut menunjukkanbahwa akses air yang lebih baik mampu memberikan dampak langsungterhadap produktivitas lahan pertanian.Ketersediaan air yang terjamin memberikan kepastian bagi petani dalammenentukan jadwal tanam. Risiko gagal panen akibat kekurangan air dapat ditekan, sementara efisiensi usaha tani menjadi lebih baik. Dampakpositif ini tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga memberikankontribusi terhadap stabilitas pasokan pangan di tingkat daerah maupunnasional.Selain melalui rehabilitasi jaringan irigasi konvensional, pemerintah juga memperkuat strategi pengelolaan air melalui program irigasi perpompaan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai program tersebut menjadisalah satu terobosan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah lahan kering yang selama ini memiliki keterbatasanakses air.Menurut Amran, pemanfaatan teknologi pompanisasi mampu mengubahpola tanam petani secara signifikan. Lahan yang sebelumnya hanya dapatditanami satu kali dalam setahun berpotensi ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali musim tanam. Kondisi ini membuka peluang peningkatanproduksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahanpertanian baru.Pemerintah pun menyiapkan dukungan anggaran yang besar untukmemperluas implementasi program tersebut. Alokasi dana yang telahdisiapkan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lahan keringproduktif di berbagai wilayah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini