Parah! Prostitusi Online di Blitar Jual Anak Rp 1,5 Juta

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Satu lagi prostitusi online diungkap oleh kepolisian. Kali ini kejadiannya ada di Kabupaten Blitar yang menawarkan anak-anak di bawah umur untuk dijajakan ke lelaki hidung belang.

Polisi berhasil mengamankan seorang tersangka bernama Reza Satya (24) warga Jalan Bromo nomor 23/25 RT 01/05 Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Tersangka mematok harga sekali kencan bersama anak-anak dengan tarif Rp 1,5 juta.

Menurut kepolisian, Reza selalu menggunakan media group medsos untuk menjaring pelanggannya. Jika ada pelanggan yang tertarik, mereka akan mengirim pesan melalui inbox, dilanjutkan dengan saling bertukar nomor handphone untuk melaksanakan transaksi langsung.

“Kami dapati chatting grup di medsos, kami pancing seorang anggota untuk menghubungi tersangka dan akhirnya berhasil kami ungkap,” ujar Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha dalam keterangan resmi, Jumar 8 Maret 2019.

Saat diamankan, Reza sedang menyiapkan dua anak-anak di bawah umur untuk pelanggannya. Kedua anak itu berusia 13 dan 14 tahun yang akan dibawa ke tempat pertemuan, yakni di sebuah hotel di wilayah Beru, Kecamatan Wlingi.

Di hadapan awak media, Reza si tersangka mengaku mendapatkan anak-anak itu dari temannya yang sudah terbiasa mencarikan wanita untuk menemani para pengunjung karaoke.

Tak hanya dua anak itu saja, Reza mengaku masih banyak lagi anak-anak yang biasa ia tawarkan kepada pelanggan. Ia juga menyediakan wanita dewasa untuk memuaskan nafsu para pelanggan.

Polisi juga mengamankan dua buah HP milik tersangka dan korban, uang tunai Rp 3 juta, uang tunai dari resepsionis hotel sebesar Rp 210 ribu dan sebuah kunci kamar nomor 15, tempat dilakukan transaksi.

Karena korbannya adalah anak di bawah umur, sebagaimana Pasal 76 I jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2002, atau Pasal 45 ayat (1) sub Pasal 27 ayat 1 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No, tersangka Reza diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Berita Terbaru

Wujudkan Women Support Women, Bupati Sleman Launching Aksi Putaran Sumringah

SLEMAN – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meresmikan Aksi Perubahan Pusat Pembelajaran Perempuan Semua Merasa Riang Menggapai Harapan (Putaran...
- Advertisement -

Baca berita yang ini