Para Tokoh Agama Papua Nilai PON XX Bukti Perhatian Presiden Jokowi untuk Bumi Cenderawasih

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Para tokoh agama di Papua berterima kasih kepada pemerintahan Jokowi yang telah memilih Papua menjadi tuan rumah PON XX 2021 dan Peparnas 2021.

“Kesempatan itu menjadi bukti bahwa Presiden Jokowi memperhatikan rakyat Papua. Rakyat Papua bangga akan perhatian ini. Kami bangga Presiden sudah memberi kepercayaan,” ujar Pastor Petrus Suwarjono dalam keterangan tertulis Kemenko Polhukam, Selasa 7 September 2021.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Persatuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Pendeta MPA Maury. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan berharap PON bisa berlangsung aman dan sukses.

“Mari kita rukun-rukun saja karena suksesnya PON ini harga diri bagi rakyat Papua, ini kepercayaan Tuhan melalui pemerintah kepada rakyat Papua yang harus dijaga baik,” katanya.

Selain itu, Saiful Islam Al Payagedari dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua, berharap agar PON menjadi momentum kemajuaan. Dia mengharapkan PON dapat berjalan dengan baik.

“Supaya kita maju berkembang sama dengan daerah-daerah yang lain. Jangan gamang dengan kejadian-kejadian di tempat lain, Papua Barat itu jauh, kita semua berharap agar PON berjalan lancar,” ujarnya.

Hal tersebut pun ditanggapi oleh Menkopolhukam Mahfud MD. Ia mengungkapkan bahwa tujuan Presiden Jokowi menggelar PON dan Peparnas di Papua sebagai upaya untuk memajukan Papua.

“Kita ingin di Papua ini terjadi pesta olahraga yang mendorong kemajuan kita bersama di Papua. Presiden sendiri yang menyatakan PON ini harus sukses, antisipasi semua persoalan dan persiapan semua kebutuhan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini