Para Siswa Gelar Konferensi Daerah, Ketua GMKI Jogja Optimis Revitalisasi Kaderisasi Pemimpin Bangsa

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Konferensi Daerah Gerakan Siswa Kristen Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Konferda GSKI DIY) telah dilaksanakan pada Sabtu, 24 Juni 2023 bertempat di Wisma Immanuel, Samirono Baru 54 Yogyakarta.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan seluruh stakeholder Lembaga Keumatan Kristen Daerah Istimewa Yogyakarta yakni: PGIW DIY, PWKI DIY, PIKI DIY, GAMKI DIY, dan GMKI Yogyakarta, serta turut didukung juga oleh Kepala Sekolah SMA Bopkri 1 Yogyakarta.

Persidangan dipimpin oleh Saudara Teguh Takalapeta (Ketua Cabang GMKI Yogyakarta) dan Yudha Pande Raja (Sekretaris Cabang GMKI Yogyakarta) yang bertindak selaku Pengurus Caretaker GSKI DIY, serta salah seorang perwakilan siswi asal SMA BOPKRI 1 Yogyakarta yakni Jocelyn Eleora dari unsur peserta Konferda.

Salah satu keputusan Konferda GSKI DIY ini adalah menjadikan GSKI sebagai sarana pendidikan kepemimpinan yang ahli dan bertanggungjawab bagi muda/mudi Kristen yang masih menempuh pendidikan di sekolah menengah se-D.I Yogyakarta dengan semangat nasionalis.

“GMKI Yogyakarta sebagai organisasi kader di level mahasiswa sangat bahagia menyambut teman-teman Gerakan di level siswa. Sebab bicara kaderisasi, kita harus ingat bahwa tidak ada pemimpin hebat yang lahir tanpa dipersiapkan. Dan persiapan yang ideal, bukan hanya sejak mahasiswa, tetapi semenjak menjadi siswa. Kami mendukung penuh dan optimis, GSKI DIY akan wujudkan revitalisasi kaderisasi pemimpin bangsa,” tegas Teguh Takalapeta.

Diketahui Konferda GSKI DIY juga telah memilih Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GSKI DIY Periode 2023-2025 yang juga telah dilantik oleh Pdt. Em. Bambang Sumbodo (Ketua PGIW DIY) selaku pemegang mandate dari DPP GSKI. Berikut adalah susunan DPD GSKI DIY:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini