Papua Siap Cetak 20 Ribu Kartu ATM Berlogo PON

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sebanyak 20 ribu kartu ATM berlogo Pekan Olahraga Nasional (PON) XX bakal dicetak oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua. Langkah tersebut dilakukan khusus menyukseskan pelaksanaan perhelatan tersebut di Bumi Cenderawasih pada Oktober 2021.

Direktur Operasional BPD Papua Isak S. Wopari di Jayapura, mengatakan 20 ribu kartu ATM ini disebar pada empat klaster penyelenggara yakni Kota dan Kabupaten Jayapura, Mimika serta Merauke. “Namun paling banyak tersebar di Kota dan Kabupaten Jayapura,” katanya, Rabu 12 Mei 2021.

Menurut Isak, penyiapan 20 ribu kartu ATM berlogo PON ini merupakan salah satu dukungan Bank Papua untuk suksesnya penyelenggaraan acara olahraga nasional tersebut. Selain itu, Bank Papua juga membuka counter khusus untuk PB PON Papua di Kantor Cabang Abepura.

“Secara intensif, kami sudah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait sehubungan PON ini,” katanya.

Dia menambahkan bahkan Bank Papua sudah ikut melakukan publikasi melalui kalender, spanduk, advertising dan lain sebagainya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini