Papua Penting Bagi Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan wilayah yang penting bagi Indonesia. Maka, tidak heran jika program pembangunan terus gencar dilakukan dan dipercepat. Daya tarik salah satu wilayah di paling timur Indonesia inilah yang menjadikan Papua menjadi faktor penting untuk Indonesia.

“Orang lain memperhatikan Papua, bagi saya Papua penting bagi Indonesia. Ketika dilirik negara lain maka orang mulai memperhatikan Papua,” kata Dosen Sejarah Universitas Cenderawasih Ester Yambeyapdi, dalam Webinar berjudul KMB dan Penyelesaian masalah Papua, Senin 10 Januari 2022.

Mengingat posisinya yang penting, maka pembangunan di Tanah Papua terus menjadi prioritas pemerintah. Hal ini disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat melakukan kunjungan kerja pada tahun 2021 lalu. Wapres mengemukakan pemerintah akan terus melanjutkan program-program unggulan untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan.

Terdapat Rencana Aksi Instruksi Presiden No.9/2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat untuk mendukung pembangunan kesejahteraan. Ada juga dukungan melalui Dana Otonomi Khusus Papua Tahun Anggaran 2022 yang berupa Scientific Grant sebesat 1,25% dari DAU nasional dan Dana Tambahan Infrastruktur.

“Arahan dari Presiden adalah harus memberikan perubahan nyata dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP),” kata Wapres.

Adapun terdapat 7 fokus pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua  Barat yaitu kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, penguatan usaha kecil dan menengah, peningkatan ketenagakerjaan, dan pencapaian tujuan pembagunan berkelanjutan (SDGs).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini