Pangdam Udayana Harap Prajurit Kodim 1622 Manfaatkan Lahan untuk Tanam Kelor

Baca Juga

MATA INDONESIA, ALOR – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto, S.E., M.M. melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor pada Rabu, 6 Juli 2022. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Iman Budiman, S.E., Aster Kasdam IX/Udayana Kol Inf Puji Hartono dan Kasiter Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Seniman Zega, S.H.

Rombongan tiba di Bandara Mali Alor pada pukul 08:10 pagi hari disambut langsung oleh Bupati Alor Drs Amon Djobo, Wakil Ketua II DPRD Kab. Alor Sulaiman Sigh, S.H., Ws. Dandim 1622/Alor Letkol Czi Jati Priyono, A.Md, Kapolres Alor AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M., serta para Asisten Setda Kab Alor.

Usai transit di VIP Room Bandara Mali Alor, Rombongan Pangdam IX/Udayana menuju Kantor Bupati dan melanjutkan agenda yang sudah direncanakan yaitu ke Makodim 1622/Alor untuk memberikan pengarahan kepda seluruh prajurit TNI dan PNS Kodim 1622/Alor.

Tiba di Makodim 1622/Alor, Pangdam IX/Udayana disambut dan diawali dengan laporan dari Wakil Sementara (Ws) Komandan Kodim 1622/Alor Letkol Czi Jati Priyono, A.Md., dan penghormatan jajar dari Dinas Keamanan Makodim 1622/Alor serta penyambutan hangat seluruh personel TNI dan PNS Kodim 1622/Alor.

Dalam pengarahannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa sudah selayaknya seluruh Prajurit Kodim 1622/Alor memiliki kebanggaan tersendiri karena telah menjadi bagian TNI AD yang bertugas untuk menegakkan dan menjaga kedaulatan NKRI di Pulau Alor.

“Prajurit yang berdinas di daerah seperti ini, justru harus mampu untuk mengembangkan kreativitas, harus dapat berinovasi tentang potensi yang dapat dikembangkan di sini untuk mensejahterakan masyarakat dan keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut Pangdam menyampaikan bahwa salah satu upaya dari Korem 161/Wira Sakti di bawah pimpinan Brigjen Budiman ini yaitu mengasah mengatasi kesulitan masyarakat.

Bahkan hebatnya skema Kelor ini adalah simbiosis mutualisme makanya jangan ragu-ragu dengan apa yang dilaksanakan oleh Korem 161/Wira Sakti. Tradisi di NTT adalah menanam kelor dan tanaman ini menjadi endemi seluruh Wilayah NTT.

“Setelah sekarang dengan teknologi penelitian riset dan sebagainya kandungan kelor mengandung Nutrisi Protein dan kandungan gizinya sangat besar bahkan luar negeri meminta,” katanya.

“Jangan kita menyerah, jangan kita menganggap bahwa kalau kita di Alor ini sudah habislah hidup itu, ternyata masih banyak pekerjaan-pekerjaan lainnya seperti membudidayakan Kelor dan Pompa Hidram,” tambahnya.

Di akhir pengarahannya, Pangdam terkait dengan Perintah Kasad tentang Program Ketahanan Pangan, ditekankan kepada seluruh prajurit agar memulai dan memberikan contoh untuk menanami lahan-lahan kosong dengan tanaman hortikultura yang hasilnya diberikan kepada masyarakat guna mendukung ketahanan pangan dan mengatasi permasalahan Stunting.

Turut hadir pada kegiatan ini Bupati Alor Drs. Amon Djobo, Ws. Dandim 1622/Alor Letkol Czi Jati Priyono, A.Md., Kapolres Alor AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M., Kajari Alor Abdul Muis Ali, S.H., M.H., Hakim Pengadilan Negeri Kalabahi Regi Trihanto, S.H., M.H., Wakil Ketua II DPRD Kab. Alor Sulaiman Sigh, S.H., Kepala Bandara Mali Alor Sudarmaji, S.E., M.M., Asisten I Sekda Alor Ferdi Lahal, S.H., Danpos AU Bandara Mali Lettu Lek Sutarji, Kasdim dan para Pasi Kodim serta seluruh Prajurit TNI dan PNS Kodim 1622/Alor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini