Pangan dan Energi Jadi Isu Krusial, Rapat Kabinet Harus Sekali dalam Seminggu untuk Ciptakan Ketahanan Pangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pangan dan energi sudah menjadi masalah krusial saat ini sehingga menjadi perhatian penting kabinet Presiden Jokowi yang harus merapatkannya seminggu sekali, bukan lagi enam bulan sekali.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi, Rabu 5 Oktober 2022 sambil menekankan bahwa perubahan iklim telah membuat dunia kesulitan pangan.

“Ini kita sudah mendapat basah dua tahun lebih, Saya takutkan kalau kita mendapat musim kering dalam waktu yang sama,” ujar Presiden Jokowi.

Kondisi tersebut harus siap dihadapi oleh bangsa Indonesia, sehingga ketahanan pangan bisa bertahan.

Sebelumnya, Indonesia mendapat penghargaan dari lembaga manca telah memiliki ketahanan pangan yang baik.

Sebab, sejak 2019 tidak lagi mengimpor beras, justru selalu bisa mencapai taraf swasembada.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini