Pancaroba, BMKG Minta Warga Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Cuaca ekstrem kemungkinan bakal terjadi pada masa-masa pancaroba atau pergantian musim, dari kemarau ke musim penghujan dalam waktu dekat. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin berkata, pada masa pancaroba, kemungkinan akan terjadi banjir bandang, hujan es hingga puting beliung.

BMKG meminta warga melakukan upaya antisipasi munculnya korban, seperti memotong dahan dan ranting pohon yang lebat agar tidak roboh dan menimpa orang di bawahnya. Selain itu, warga juga diimbau memperbaiki kondisi rumah, terutama bagian atap agar tidak terjadi hal-hal yang di luar kendali.

Hal lainnya yang perlu diwaspadai, kata Miming, adalah kemungkinan gangguan kesehatan akibat perubahan musim. Sejumlah penyakit marak terjadi pada masa-masa pancaroba, seperti malaria dan flu.

“Karakteristik perubahan panas ke dingin ini sangat signifikan saat pancaroba. Karena memang respons tubuh terhadap perubahan yang mencolok bisa menimbulkan sakit. Jaga kesehatan karena perubahan cuaca akan cukup signifikan selama pancaroba ini,” ujar Miming.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini