Pamer Pukulan Jelang Naik Ring, Tyson Banjir Pujian

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rencana Mike Tyson untuk kembali naik ring tinju nampaknya akan menjadi kenyataan. Mantan juara dunia tinju kelas berat nampaknya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti pertarungan amal.

Pertarungan ini dilakukan untuk membantu orang-orang yang kurang mampu. Dalam postingan Tyson di akun instagramnya, ia terlihat sedang berlatih bersama rekannya yang menggunakan pelindung tubuh dan juga mitts.

Pria berusia 53 tahun ini hanya mengenakan kaus berwarna merah dan celana pendek ketat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghilangkan keseriusan Si Leher Beton dalam latihan.

Ia pun melepaskan empat pukulan jab kanan dan kiri ke arah rekannya tersebut sebelum diakhiri dengan dua pukulan hook kiri. Aksi Tyson dalam video tersebut mengundak decak kagum para pengikutnya di Instagram. Salah satunya petinju muda Amerika, Ryan Garcia.

“Tangan kanan itu mengerikan,” kata Garcia dalam akunnya, @kingryang.

Putri petinju legendaris Muhammad Ali, Laila Ali, juga ikut merespons unggahan Mike Tyson. Laila Ali bereaksi dengan mengirimkan ikon dua telapak tangan yang diangkat.

Begitu pun dengan aktor Hollywood Martyn Ford juga mengatakan, “Dia yang terbaik dan akan selalu begitu,” balas dia.

Sebelumnya, Mike Tyson yang kelahiran New York itu ingin kembali bertarung dalam pertarungan amal guna membantu orang-orang yang kurang mampu.

Kabarnya, sudah ada tujuh calon lawan untuk Mike Tyson. Ketujuh petinju tersebut adalah mantan juara dunia kelas berat WBC, Oliver McCall, David Haye sebagai mantan juara dunia kelas berat WBA, Wladimir Klitschko, Dany Williams, Roy Jones Jr, Kash Ali, hingga Tyson Fury.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Relaksasi SLIK dan Perluasan Akses Rumah Subsidi

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi salah satu langkahstrategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan, khususnya rumah subsidi. Kebijakan ini hadir di tengah kebutuhan hunian yang terusmeningkat, sementara sebagian masyarakat masih terkendala oleh catatan kredityang tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan finansial mereka saat ini.Dalam konteks tersebut, relaksasi SLIK tidak hanya dilihat sebagai kebijakan teknisdi sektor keuangan, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk mendorong inklusiperumahan. Akses terhadap rumah layak menjadi bagian dari upaya pemerataankesejahteraan yang membutuhkan intervensi kebijakan yang adaptif dan responsif.Kebijakan terbaru memungkinkan masyarakat dengan tunggakan kredit di bawah Rp1 juta tetap dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Langkah ini memberikan ruang bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya terhambat oleh catatan kredit minor untuk tetap memiliki kesempatanmemperoleh hunian.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riilmasyarakat. Ia menilai bahwa banyak calon debitur sebenarnya memilikikemampuan membayar, tetapi terkendala oleh catatan administratif yang relatif kecil.Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma dalam penilaian kelayakankredit, dari yang semata-mata berbasis riwayat menjadi lebih mempertimbangkankondisi aktual. Dengan demikian, kebijakan ini berpotensi membuka akses yang lebih luas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap menegaskan pentingnyamanajemen risiko dalam implementasi kebijakan ini. Relaksasi yang diberikan bukanberarti menghilangkan prinsip selektivitas, melainkan memberikan fleksibilitas dalambatas yang terukur.Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwarelaksasi ini tetap mempertimbangkan kualitas kredit secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut dirancang agar tetap menjaga stabilitassektor keuangan sekaligus mendorong inklusi pembiayaan.Dengan kata lain, kebijakan ini mencoba menyeimbangkan antara perluasan aksesdan mitigasi risiko. Hal ini penting agar peningkatan penyaluran KPR subsidi tidakmenimbulkan potensi kredit bermasalah di kemudian hari.Dari perspektif industri, kebijakan ini disambut positif oleh para pengembangproperti. Relaksasi SLIK dinilai dapat meningkatkan daya serap pasar, khususnya di segmen rumah subsidi yang selama ini menghadapi kendala akses pembiayaan.Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI),...
- Advertisement -

Baca berita yang ini