Pakar: Pengelolaan Mudik Tahun Ini Jauh Lebih Baik

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pakar manajemen Universitas Indonesia Rhenald Kasali menilai pengelolaan mudik Lebaran 2019 jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Secara keseluruhan, mudik kali ini memang jauh berbeda. Sangat lancar, jauh lebih aman dan menyenangkan. Toiletnya bersih, rest area cukup banyak, polisi juga jauh lebih responsif dan ramah,” kata Rhenald di Jakarta, Selasa 4 Juni 2019.

Menurut Rhenald, mudik kali ini tercermin dari penghematan waktu perjalanan mudik. Akibatnya hemat biaya dan relatif bebas macet.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia selama ini memang memimpikan perjalanan darat maupun kereta api yang manusiawi.

Menurutnya, pada musim mudik tahun 2019 ini semua pihak bisa merasakan suasana mudik aman, lancar, modern, namun juga tetap Indonesia yaitu gotong royong dan guyub rukun.

Tulang punggung keberhasilan tersebut, menurutnya adalah pembangunan infrastruktur yang masif baik Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Rhenald hanya menyayangkan moda transportasi udara yang tak seramai tahun-tahun sebelumnya karena harga tiket mahal dan transportasi nyaman yang semakin banyak dan terbuka.

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini