Otak Aksi Rusuh Papua dan Papua Barat Adalah Pencuri Sepeda Motor

Baca Juga

MINEWS.ID, JAYAPURA – Otak aksi rusuh Papua dan Papua Barat, Agus Kosay ternyata juga seorang pencuri sepeda motor.

Menurut Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Rudolf Alberth Rodja saat ditangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) itu dan anggota Dony Itlay mengendarai sepeda motor curian tersebut.

“Saat ditangkap keduanya tidak melakukan perlawanan,” kata Rudolf Alberth Rodja, Rabu 18 September 2019.

Sebelumnya polisi juga sudah menangkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ AG dan mantan Ketua BEM Fisip Uncen FBK.

Selain itu, Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Buchtar Tabuni dan Ketua KNPB Timika Steven Itlay juga telah ditangkap di Jayapura.

Mereka seperti dilansir antara dituduh terlibat dalam kasus makar dan juga kerusuhan demonstrasi massal menolak rasisme dan persekusi terhadap orang Papua di berbagai kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat.

Para tersangka antara lain dijerat UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 atas kasus kerusuhan di Jayapura, serta beberapa orang diduga sebagai dalang atau provokator kerusuhan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini