Omicron tak Pengaruhi Ekonomi Selama PPKM tak Naik Level

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Varian covid-19 Omicron tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Tanah Air selama tidak ada kenaikan level PPKM. Hal itu dikatakan oleh Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad.

“Saya kira selama memang status PPKM belum naik, otomatis dampak ekonomi relatif lebih sedikit,” ujarnya.

Tauhid berpendapat pemerintah menerapkan standar yang berbeda terkait penanganan covid-19 varian Omicron dengan varian Delta.

Jika menggunakan standar penanganan Delta, lanjutnya, saat ini Indonesia telah menerapkan PPKM level 3 dan 4 karena kasus Omicron yang semakin naik.

Namun, saat ini pemerintah tidak memberlakukan kebijakan penanganan seperti saat kasus varian Delta merebak di Indonesia, sehingga dampak ekonominya seperti biasa saja dan terlihat seolah-olah tidak terjadi masalah kesehatan di antara. masyarakat.

“Sampai hari kita lihat di pusat perbelanjaan, jalanan itu masih seperti biasa. Padahal kalau dulu pakai penanganan varian Delta PPKM sudah naik sehingga terjadi hambatan ekonomi,” ujarnya.

Kendati tingkat kematian varian Omicron lebih rendah dibandingkan varian Delta, Tauhid menyarankan pemerintah untuk tetap transparan terkait dampak varian Omicron hingga okupansi dan kesiapan rumah sakit agar masyarakat lebih waspada.

“Khawatir ini akan berdampak pada masyarakat yang punya komorbid ini kan tidak tersosialisasikan dengan baik,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hasil Sidang Sengketa Pilpres Ditolak MK, Bukti jadi Alasannya tapi Hakim Tak Terapkan Etika Hukum

Mata Indonesia, Yogyakarta - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang putusan sengketa hasil Pemilihan Umum (PHPU) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024, Senin (22/4/2024), menolak permohonan dari paslon nomor urut 01 dan 03. MK menyatakan bahwa permohonan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud MD tak memiliki dasar hukum yang cukup.
- Advertisement -

Baca berita yang ini