Obor Olimpiade Musim Dingin Beijing Mulai Diarak

Baca Juga

MATA INDONESIA, BEIJING – Obor Olimpiade musim dingin Beijing 2022 mulai diarak dengan melibatkan 300 orang dari atlet, pelajar, sukarelawan, dan masyakarat umum.

Obor itu diarak pada Rabu 2 Februari 2022 di Beijing dipusatkan di Taman Olimpiade Beijing yang dibangun untuk Olimpiade musim panas 2008 diiringi dengan lagu nasional Cina dan lagu resmi Olimpiade.

“Olimpiade ini mendorong terciptanya persahabatan. Arak-arakan ini menjadi jembatan berbagai budaya,” ujar Ketua Umum Panitia Pelaksana Beijing Winter Olympics 2022, Cai Qi.

Api obor Olimpiade melambangkan cahaya, solidaritas, perdamaian, dan persahabatan.

“Ini juga menunjukkan kecemerlangan Beijing sebagai tuan rumah dua Olimpiade musim panas (2008) dan musim dingin (2022),” ujarnya.

Terkat masih tingginya kasus positif Covid-19 di Cina, panitia sudah melakukan antisipasi dan memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Kami sangat yakin api Olimpiade ini akan mengantarkan kami lebih percaya diri, bergairah, dan penuh harap untuk mengurangi kegalauan akibat pandemi,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini