Ngeri, Virus Baru Ini Lebih Mematikan dari Omicron

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – “Serangan” virus tampaknya tidak akan pernah berakhir setelah SARS-Cov-2 yang menyebabkan covid-19.

Pasalnya, ditemukan lagi virus yang lebih mematikan dari covid-19 yaitu Virus Marburg berasal dari satu keluarga dengan virus penyebab penyakit Ebola.

Menurut laporan BBC, dua pasien pertama yang terinfeksi virus terebut di Ashanti, Senegal dikabarkan telah meninggal dunia.

Keduanya menjalani tes untuk mendeteksi Marburg yang menunjukkan hasil positif di awal Juli 2022.

Sekarang laboratorium di negara Afrika tersebut sedang melakukan verifikasi terhadap kasus tersebut.

Otoritas kesehatan di negara Afrika Barat itu mengatakan 98 orang sedang menjalani karantina karena berkontak dengan kedua pasien.

Mereka mencakup kerabat pasien, petugas medis, dan pengurus pemakaman.

Namun, bukan kali ini saja virus tersebut terdekteksi di Afrika Barat, tetapi wabah itu diketahui di Guinea akhir 2021.

Murut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Marburg mirip dengan virus Ebola yang mematikan.

Wabah virus Marburg diketahui pertama kali terjadi pada 1967 dengan 31 orang terinfeksi.

Tujuh orang yang terinfeksi virus tersebut meninggal dunia secara bersamaan di Kota Marburg dan Frankfurt, Jerman.

Diduga virus tersebut berasal dari kera hijau endemis Afrika.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini