Ngeri! Pemuda Ini Tewas Disambar Petir saat Asyik Teleponan di Bawah Pohon

Baca Juga

MINEWS, NTT - Cuaca buruk belakangan ini benar-benar tak bisa dianggap sepele. Buktinya, seorang pemuda bernama Dona Riki Nenoliu asal Oenoni, Desa Mio Amanuban Selatan, NTT tewas disambar petir saat asyik teleponan di bawah pohon.

Peristiwa ini terjadi pada Senin 2 Desember 2019. Saat itu korban bersama ibunya dan kedua adiknya menjenguk saudara di puskesmas. Dalam perjalanan, hujan turun, mereka kemudian berteduh di sebuah teras rumah.

Ketika itu, korban menerima telepon dari seseorang. Ia kemudian beranjak menuju bawah pohon asam yang tak jauh dari tempat berteduh. Saat itu, hujan disertai petir.

Tiba-tiba saja, petir menyambar pohon asam tersebut dan juga mengenai Dona Riki. Ia langsung terjatuh. Sang ibu langsung menghampiri anaknya yang sudah tak bernyawa lagi.

Kapolres Timor Tengah Selatan melalui Kasat Reskrim Iptu Jamari mengatakan pihaknya bergerak cepat ke tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan Puskesmas Panite untuk mengevakuasi korban.

“Pada pukul 14.00 WITA, tim medis dari Puskesmas Panite dan perawat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemeriksaaan serta visum terhadap jenazah korban,” ujar Jamari.

Pihak keluarga sudah ikhlas menerima kepergian Dona Riki, juga menolak autopsi jenazah.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini