Ngeri, AS Masuk Gelombang Ketiga, Kasus Covid19-nya Tembus 11 Juta, Indonesia Mau Begitu?

Baca Juga

MATA INDONESIA, BENGALURU – Penyebaran virus corona penyebab Covid19 di Amerika Serikat semakin cepat dan mengerikan. Menurut catatan worldometer jumlah kasus positif kini sudah melewati 11 juta orang dan Reuters menyebutnya telah terjadi gelombang ketiga di seluruh negeri.

Penambahan kasus baru dalam delapan hari lebih dari satu juta. Penambahan itu menjadikannya yang tercepat selama ini.

Sebelumnya untuk mencapai kasus positif sebanyak 10 juta dari 9 juta orang membutuhkan waktu 10 hari. Sedangkan saat kasus positif bertambah dari 8 juta ke 9 juta harus menunggu 16 hari.

Angka kematian akibat Covid19 juga meningkat pesat. Dengan kasus harian 1.120 orang yang meninggal karena penyakit saluran pernapasan tersebut, membuat angka kematian akibat penyakit itu dalam 7 hari terakhir menjadi 144.000 orang.

Texas dan California telah melaporkan jumlah infeksi Covid19 tertinggi di seluruh Amerika Serikat, keduanya menyumbang sekitar 2,1 juta kasus atau sekitar 19 persen dari total kasus sejak pandemi dimulai, menurut analisis Reuters.

Jumlah orang yang dirawat-inap terkait Covid19 juga terus meningkat, melampaui 69.000 pada hari Sabtu kemarin.

Penasihat utama Presiden terpilih AS Joe Biden telah menekankan perlunya mengendalikan pandemi, memperingatkan bahwa sistem perawatan kesehatan lokal berada pada titik kritis.

Midwest tetap menjadi wilayah yang paling terpukul berdasarkan kasus terbanyak per kapita dengan North Dakota, South Dakota, Wisconsin, Iowa dan Nebraska sebagai lima negara bagian AS yang paling parah terkena dampak.

Illinois, yang telah muncul sebagai pusat pandemi baru di wilayah tersebut serta di seluruh negeri, melaporkan rekor 15.433 kasus baru pada hari Jumat, yang terbanyak dari semua negara bagian dalam periode 24 jam, melampaui tertinggi sepanjang masa sebelumnya yaitu 15.300, ditetapkan oleh Florida pada bulan Juli.

Beberapa negara bagian minggu ini memberlakukan kembali pembatasan untuk mengekang penyebaran virus di seluruh negeri.

Amerika Serikat menyumbang sekitar 20 persen dari lebih dari 54 juta kasus global dan hampir 19 persen dari 1,31 juta kematian yang dilaporkan di seluruh dunia, menurut hitungan Reuters.

Lonjakan kasus baru Covid19 juga dialami Indonesia akibat liburan masyarakat akhir Oktober lalu. Ada dua hari mencatatkan rekor penambahan kasus positif tertinggi sejak Maret 2020 yaitu di angka 5 ribuan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini