New Normal, TNI-Polri Bakal Pantau Warga Kota Bogor yang Bandel

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Beberapa wilayah di Indonesia, bakal mulai menerapkan New Normal di masa pandemi corona, salah satunya Kota Bogor.

Nah, agar masyarakat tetap disiplin dalam menjalani kenormalan baru, ratusan personel gabungan dari TNI-Polri dan Satpol-PP Kota Bogor diterjunkan untuk mengawal mereka.

Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Arm Teguh Cahyadi mengatakan, personel akan menjaga sektor-sektor yang menjadi tempat kerumunan masyarakat.

“Jadi ada beberapa tempat yang akan kita berikan edukasi. Ada mal, pasar, stasiun kereta api, terminal, tempat ibadah dan restoran,” kata Teguh di Kota Bogor.

Pihaknya juga akan mengawasi tempat keramaian tersebut untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Setidaknya, protokol kesehatan yang tetap ditegakkan di antaranya, pengukur suhu, hand sanitizer, dan jaga jarak.

Saat ini, Teguh mengatakan, telah menyiapkan 130 personel. Namun, dia menyebut, akan menambah jumlah personel saat pemberlakuan new normal.

Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, siap mengerahkan semua kekuatan untuk mengawal new normal.

“Kita all out ya. Kalo dibilang berapa? Seluruh anggota Polri yang pasti terlibat, tinggal fungsinya ada yang di lapangkan, ada yang bagian melakukan pemeriksaan, sosialiasi, himbauan,” kata Arsal.

Bahkan, dia menyatakan, tak ada satupun anggota yang diperbolehkan mengambil waktu cuti. Semuanya, akan berkonsentrasi untuk mendisiplinkan protokol kesehatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Agustiansyah mengatakan, segera mengatur pengawasan untuk mendisiplinkan masyarakat menyambut new normal. Sebanyak 230 personel dari Satpol PP yang akan disiapkan.

Mengenai penindakan, Agustiansyah mengatakan, masih menunggu aturan baru. Pasalnya, Pemkot Bogor baru menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 44 Tahun 2020 yang mengubah Perwali 30 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penaganan Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Bogor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini