Nelayan Cilacap Rasakan Perlindungan Sosial Melalui BJS Ketenagakerjaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sarjono mengimbau para nelayan di wilayah tersebut untuk mendaftar program jaminan sosial, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

“Alhamdulillah perlindungan sosial bagi nelayan sudah mulai dirasakan. Artinya, ada perhatian dari pemerintah kepada nelayan melalui BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK,” kata Ketua DPC HNSI Kabupaten Cilacap Sarjono, Senin, 5 April 2021.

Total anggota HNSI di Kabupaten Cilacap saat ini berjumlah 18 – 20 ribu nelayan, akan tetapi baru 2 hingga 3 ribu yang sudah mendaftar program jaminan sosial BPJAMSOSTEK.

Sarjono pun mengungkapkan, meski belum 100 persen mengikuti program BPJAMSOSTEK, para nelayan di Kabupaten Cilacap sudah merasakan manfaat dan  keuntungan dan manfaat dari program tersebut.

Fakta inilah yang membuat Sarjono mengimbau para nelayan di Kabupaten Cilacap untuk mendaftar program BPJAMSOSTEK, yang menurutnya merupakan cara perlindungan diri dalam menjalankan pekerjaan yang terbilang berisiko.

“Kami saat ini sedang mendata ulang jumlah anggota HNSI di seluruh Kabupaten Cilacap termasuk akan melakukan sinkronisasi data nelayan yang telah menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” ucapnya.

Selain itu, Sarjono juga mengaku bersyukur dengan diluncurkannya layanan “Cek Kapal Tanpa Antrean” atau Cekatan. Layanan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah khususnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap, Direktorat Jenderal PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Layanan tersebut memang baru menjawab sebagian kecil harapan kami selama ini, namun paling tidak bisa sedikit meringankan nelayan karena itu baru satu instansi. Padahal dalam mengurus perizinan, ada lima atau enam instansi,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini