Naik MRT Jakarta Selama Ramadan, Penumpang Boleh Makan dan Minum di Dalam Gerbong Saat Buka Puasa

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Jika biasanya penumpang MRT dilarang keras membawa makanan dan minuman dari luar, nah selama Ramadan 2019 ini pihak MRT memberlakukan aturan baru gaes.

Para penumpang diperbolehkan makan dan minum di MRT saat waktu berbuka. Informasi ini diumumkan melakui instagram @mrtjkt.

Dalam sebuah postingan disampaikan bahwa pengelola MRT Jakarta mengizinkan penumpang makan dan minum saat buka puasa. Namun, dibatasi hanya boleh makan dan minum air putih serta kurma.

“Selama bulan Ramadhan PT MRT Jakarta memperbolehkan membatalkan puasa saat azan maghrib hanya dengan minum air putih dan makan kurma di dalam kereta.

Namun dihimbau dengan tegas untuk tetap menjaga kebersihan Ratangga (Kereta MRT Jakarta) dan Stasiun MRT Jakarta dengan tidak membuang sampah sembarangan

Harap memperhatikan aturan yang berlaku selama bulan Ramadhan, dan segala bentuk pelanggaran akan ditindak tegas. Semua demi kenyamanan seluruh Pengguna MRT Jakarta,” tulis Instagram @mrtjkt, dikutip Selasa, 7 Mei 2019.

Sementara itu, makanan berat lainnya tidak diizinkan masuk di dalam gerbong MRT. Untuk minuman lain pun selain air putih tidak diperbolehkan.

Kebijakan baru ini pun menuai beragam komentar dari netizen.

“Cuma kurma sama air putih mana kenyang min, nasi Padang boleh dong asal menjaga kebersihan, bungkus nasi di buang di tempat nya,” kata @cinta_penggemar.

“Kalau Roti Misalnya Min?, Masalahnya Biji Kurmanya Ngantonginnya Itu,” tulis @kemasadri.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini