Mudahkan New Normal, LIPI Buat Disinfektan Pakai Ozon

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Untuk mendukung era new normal, tidak perlu lagi mensterilkan ruangan kantor, rumah sakit, klinik dan sekolah menggunakan cairan disinfektan, sebab Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan airborne terminator dengan menggunakan ozon nanomist.

Praktiknya unsur itu disemprotkan butiran uap air yang mengandung Ozone Nanobubble Water yang akan menangkap dan mematikan virus maupun bakteri yang beterbangan di udara dan permukaan.

“Ozon nanomist secara teknis dapat dipakai menggantikan disinfektan kimiawi di bilik yang telah ada dengan potensi resiko lebih rendah, selama dipakai mengikuti durasi dan ketentuan yang berlaku,” kata Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI Anto Tri Sugiarto di Jakarta, Jumat 29 Mei 2020.

Ozone nanomist berbahan baku oksigen. Zat itu merupakan bentuk lagi dari oksigen yang merupakan reaksi oksigen dan sinar ultraviolet dari matahari.

Sterilisasi ruangan dengan memanfaatkan teknologi ozone nanomist akan mendukung era normal baru (new normal) karena masyarakat bisa hidup berdampingan dengan virus Corona penyebab Covid19.

Sesuai panduan Kementerian Kesehatan, setiap 4 jam sekali ruangan harus disterilisasi, dan airborne terminator dengan teknologi ozone nanomist dapat dimanfaatkan dengan aman.

Bilik dengan ozon nanomist sudah dipasang diantaranya di Kantor LIPI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Kesehatan Puspiptek, Tangerang Selatan, Wisma Tamu Puspiptek, Kantor Kejaksaan Tinggi, DKI Jakarta, Pabrik Meteran Air LinFLow di Bandung, Kantor Walikota Tangerang Selatan.

Teknologi itu juga digunakan sebagai alat sterilisasi APD di Puskesmas Majalaya. Sebentar lagi untuk mensterilkan bis Trans Jakarta, ruangan untuk MRT Jakarta, serta sterilisasi untuk kendaraan maupun ruangan hingga bilik sterilisasi untuk Kereta Commutter Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Wujudkan Pendidikan Bermutu

Oleh : Andhika RachmaPemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui berbagai terobosan kebijakan di sektor pendidikan. Salah satu program yang kini menjadi perhatian publik adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang dinilaiefektif dalam menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjawab tantangan ketimpanganakses pendidikan. Dalam konteks pembangunan nasional, kehadiran Sekolah Rakyat tidakhanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi jangka panjang dalam menciptakangenerasi unggul yang berdaya saing.Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwasekolah rakyat dibangun untuk masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga penerimamanfaat dari golongan miskin ekstrem.Sekolah Rakyat hadir sebagai program afirmatif yang menyasar anak-anak dari keluarga tidakmampu. Program ini memberikan pendidikan secara gratis sepenuhnya, termasuk biayapendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar siswa yang ditanggung oleh negara. Hal inimenjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagimenjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’timengatakan Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untukmengembangkan potensi diri. Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuhdan berkembang menjadi bangsa yang hebat. Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hakbelajar secara layak dan bermutu.Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah berasrama(boarding school), yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara menyeluruh, baikdari aspek akademik maupun karakter. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menitikberatkanpada pembelajaran formal, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini