Motivator Kesehatan Sebut Vaksinasi Covid19 Bisa Tekan Angka Kematian Lansia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksinasi Covid19 untuk lansia di atas 60 tahun akan mengurangi angka kematian akibat penyakit pernafasan itu serta tekanan terhadap rumah sakit. Sebab, angka kematian pada lansia yang terinfeksi virus SARS-Cov-2 itu hampir mencapai 50 persen.

Hal tersebut diungkapkan duta perubahan perilaku Satgas Penanganan Covid19, dr Grace Hananta yang pernyataannya diterima Mata Indonesia News, Selasa 9 Februari 2021.

“Pemerintah akan terus mengusahakan yang terbaik agar #pandemi ini dapat terkendali dengan baik,” ujar motivator kesehatan tersebut.

Pemberian vaksin Sinovac itu saat ini baru untuk lansia berusia 60-70 tahun sesuai hasil uji klinis vaksin tersebut.

Sementara uji klinisi terhadap lansia yang berusia di atas 70 tahun hingga kini masih terbatas datanya.

Vaksin itu, menurut Grace, hanya akan diberikan kepada lansia yang sehat sesuai izin kedaruratannya atau emergency use authorization (EUA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini