Mobil Mendiang Putri Diana Laku Terjual Rp11,3 Miliar

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Mobil Ford Escort yang pernah dikendarai mendiang Putri Diana dijual dalam sebuah pelelangan. Mobil tersebut laku terjual seharga 764 ribu Dolar AS atau sekitar 11,3 miliar Rupiah.

Putri Diana sering terlihat mengendarai Ford Escort RS Turbo 1985 antara 1985 dan 1988. Dia sering terlihat berkendara di sekitar London atau di luar butik Chelsea dan restoran Kensington.

Kedua putra Diana, William dan Harry sering berada di kursi belakang, dengan seorang detektif berpakaian preman juga ada di dalam mobil untuk alasan keamanan.

A 1985 Ford Escort RS Turbo, driven by Princess Diana between 1985 and 1988 and retrofitted for security reasons, will be up for auction on August 27. Photo: —/Silverstone Auctions/dpa

Ford Escort RS Turbo, yang dijual dengan harga di bawah 850 ribu Dolar AS dengan biaya tambahan, memecahkan rekor tipe mobil tersebut paling banyak terjual di lelang.

Putri Diana meninggal karena luka yang diderita dalam kecelakaan mobil di terowongan Pont de l’Alma di Paris, Prancis, pada 31 Agustus 1997. Kemarin bertepatan dengan peringatan 25 tahun Princess of Wales itu pergi untuk selamanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Wujud Komitmen Pemerataan Pendidikan

Oleh: Eldian Arif )*Komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan terus ditunjukkan melalui percepatan pembangunan Program Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Program yang menjadi salah satu prioritas PresidenPrabowo Subianto tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu, memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas tantangan ketimpangan akses pendidikan yang masih ditemui di sejumlah wilayah. Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan saranapendidikan yang lebih merata sehingga anak-anak yang selama inimenghadapi hambatan ekonomi maupun geografis dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak.Keseriusan pemerintah terlihat dari upaya percepatan pembangunan yang dilakukan di berbagai daerah. Di Kota Subulussalam, Aceh, misalnya, pembangunan Sekolah Rakyat terus digenjot meskipun menghadapitantangan logistik yang cukup besar. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa lokasi proyek yang berada di wilayah perbatasan menyebabkan distribusi material konstruksi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain.Meski demikian, pemerintah tidak menjadikan kendala tersebut sebagaialasan untuk memperlambat pembangunan. Dody menyampaikan bahwaberbagai langkah inovatif dilakukan guna menjaga target penyelesaianproyek tetap tercapai. Salah satunya melalui optimalisasi penggunaanstruktur beton pada sejumlah bagian bangunan untuk mengurangiketergantungan terhadap material baja yang pengirimannya lebihkompleks.Dukungan percepatan juga dilakukan melalui pengiriman material lewatberbagai jalur distribusi, penyediaan fasilitas produksi beton di lokasiproyek, penambahan alat berat, serta dukungan personel di lapangan. Pendekatan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikanpembangunan tidak terhambat oleh tantangan teknis yang muncul selamapelaksanaan.Keberadaan Sekolah Rakyat di Subulussalam nantinya akan menjadikawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi fasilitas lengkap mulai darigedung sekolah untuk berbagai jenjang pendidikan, asrama siswa, hunianguru, tempat ibadah, sarana olahraga, hingga berbagai fasilitaspendukung lainnya. Kehadiran infrastruktur yang memadai diharapkanmampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagipeserta didik.Percepatan pembangunan juga terlihat di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini