Miris, Penyaluran BBM di SPBU Papua Terpaksa Harus Dikawal TNI

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Pemandangan tak biasa terjadi di Papua. Akibat konflik, kericuhan dan gejolak yang tak mereda, penyaluran BBM untuk kebutuhan harian masyarakat sampai harus terganggu.

Benar, sejumlah SPBU, terutama di Jayapura sudah mulai beroperasi. Namun, penyaluran BBM terpaksa harus dikawal pihak TNI karena pertimbangan keamanan. Padahal, BBM itu diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan di tengah situasi tak kondusif akibat aksi massa sejak Kamis 29 Agustus 2019 lalu.

Meski harus dikawal TNI, Unit Manager Communication, Relations, & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua Pertamina, Brasto Galih Nugroho berkata, konsumen tidak perlu khawatir karena stok BBM dalam kondisi yang baik, artinya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pagi ini terminal Jayapura sudah menyalurkan BBM ke lembaga penyalur dengan pengawalan TNI. Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk keamanan SPBU,” kata Brasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 31 Agustus 2019.

Ia menyebut, sebagian besar SPBU reguler di Jayapura dan Sentani sudah beroperasi normal, seperti SPBU Nagoya, Dok 5 Atas, Dok 5 Bawah, Entrop, Padang Bulan, Tanah Hitam, Kotaraja, Hawai Sentani, Bandara Sentani dan Doyo.

Sementara itu, SPBU Expo Waena baru akan dibuka apabila mendapat rekomendasi dari aparat kepolisian, dengan mempertimbangkan situasi terbaru di Papua.

Berita Terbaru

Mengulik Strategi Gerindra di Pilkada Sleman, Gabung Koalisi dulu sambil Jalan Pilih Kandidat Potensial

Mata Indonesia, Sleman- Peta politik untuk pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sleman terus berkembang dinamis menjelang Pilkada Sleman 2024. Sejumlah partai politik aktif membentuk koalisi strategis, salah satunya adalah DPC Gerindra Sleman.
- Advertisement -

Baca berita yang ini