Miris! Ibu Ini Diusir Suami dan Keluarganya karena Ungkap Kasus Pemerkosaan Putrinya

Baca Juga

MATA INDONESIA, ANAMBARA – Batapa hancurnya hati seorang ibu mendapati anaknya yang masih kecil menjadi korban pemerkosaan. Sebagai orang yang melahirkan dan merawatnya, seorang ibu akan memperjuangkan keadilan demi anaknya.

Namun, sayang, ada seorang ibu yang diusir oleh suaminya dan keluarga karena mengungkap kasus pemerkosaan yang dialami putrinya yang berusia 8 tahun. Ia adalah Ifeyinwa Ezukamma (40).

Ibu lima anak tersebut berupaya menuntut keadilan bagi putrinya karena diperkosa oleh seorang pria berusia 57 tahun yang indekos di rumah mereka. Insiden itu terjadi di rumah negara mereka, Ogidi, Idemili Utara, Negara Bagian Anambra, Nigeria.

Dilansir dari Guardian, Rabu 9 September 2020, ia memergoki pelaku melakukan aksi bejatnya di kamar mandi pada 23 Juli lalu. Ia mengklaim pria tersebut telah melakukan pemerkosaan kepada putrinya sejak Maret.

“Lelaki tua itu telah memperkosa putri saya selama beberapa bulan dan mengancam akan membunuhnya jika dia memberi tahu siapa pun tentang hal itu. Itulah mengapa putri saya tidak memberi tahu saya,” kata Ezukamma.

Suaminya lalu mengetahui insiden dan menyarankan agar masalah tersebut diselesaikan dengan damai. Alasannya tidak mengungkap masalah itu adalah karena akan membawa aib bagi keluarga mereka.

Namun Ezukamma bersikeras akan menuntut keadilan bagi putrinya. Dia lantas melapor ke organisasi perlindungan anak dan polisi yang kemudian membuat dirinya diusir dari rumah oleh suami dan keluarga suaminya. Kini Ezukamma menumpang di rumah kerabatnya.

Koordinator Brigade Hak Anak Internasional (CRIB) di Anambra, Obiora Nnaemeka, mengatakan informasi yang dikumpulkan organisasi adalah bahwa ayah korban, Alex Ezukamma, mengumpulkan sejumlah uang untuk mencabut laporan kasus tersebut dari polisi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini