Milan Keok, Pioli Alasan Timnya Kelelahan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILANAC Milan tumbang di tangan Napoli. Pelatih Stefano Pioli beralasan, anak asuhnya kelelahan setelah tampil di Liga Europa.

Berlaga di San Siro, Senin 15 Maret 2021 dini hari WIB, Milan dikalahkan Napoli dengan skor 0-1. Gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak Matteo Politano.

Selain faktor kelelahan, Pioli menyebut para pemain Milan banyak melakukan kesalahan sendiri. Kemudian, Ante Rebic dkk. gagal mengonversi beberapa peluang bagus yang tercipta.

“Tim tampil kompetitif. Kami melawan tim berkualitas, babak pertama berjalan sulit dimana kami banyak melakukan kesalahan sendiri di saat tidak ada tekanan dari awal. Hari ini tim sudah mencapai batasnya,” kata Pioli, dikutip dari Football Italia, Senin 15 Maret 2021.

“Di babak kedua penampilan kami lebih baik dari Napoli, tapi mudah kehilangan bola. Seharusnya pergerakan kami lebih cepat untuk kembali ke posisi. Kami banyak melewatkan peluang bagus. Tampil bagus saja tak cukup mengalahkan tim seperti Napoli,” ujarnya.

Dengan kekalahan ini, jarak dengan Inter Milan semakin jauh. Tim besutan Antonio Conte unggul sembilan poin. Bahkan, posisi Rossoneri terancam dari Napoli dan Roma yang ada di posisi empat dan lima.

“Inter punya momentum, mereka langsung tancap gas setelah tersingkir di Liga Champions dan membuat persiapan mereka lebih panjang tiap pekan. Kami tak memikirkan tim lain dan hanya fokus pada diri sendiri,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini