Meski Pembatasan Sudah Dilonggarkan, Pemprov Jatim Tetap Percepat Cakupan Vaksinasi Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) tetap percepat cakupan vaksinasi covid-19 meski pelonggaran pembatasan sudah dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang dikutip Kamis 19 Mei 2022.

“Masyarakat Jatim juga kami imbau untuk mengikuti tahapan ini. Sempurnakan (vaksinasi– Red) hingga dosis ketiga atau booster,” ujar Khofifah.

Dia menegaskan, kebijakan Presiden Joko Widodo sudah tepat karena menambah optimisme menuju era new normal.

Namun, pandemi virus korona belum berakhir. Potensi persebaran virus tersebut masih ada sehingga vaksinasi sangat diperlukan untuk melindungi warga.

Dari sekitar 31,8 juta orang sasaran, vaksinasi dosis pertama di Jatim mencapai 29,6 juta orang (93 persen).

Sementara itu, vaksinasi dosis kedua sudah menyasar 25,2 juta warga atau 79 persen.

Sedangkan vaksinasi booster atau dosis ketiga masih sangat rendah yaitu 17 persen dari target.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini