Menristek: Obat Herbal Harus Dipopulerkan di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mendorong Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) bisa dijadikan obat rujukan di Indonesia.

Selama ini, OMAI hanya dijadikan pelengkap obat kimia yang mayoritas bahannya diimpor. Sementara pemanfaatan OMAI sejalan dengan Inpres No 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Obat dan Alat Kesehatan.

Menurutnya, OMAI butuh keberpihakan Kemenkes juga dan harus masuk JKN agar ada pengembangan hilirisasi dan menjadi obat-obatan mainstream,” kata Bambang, dalam webinar, di Jakarta, Jumat 5 November 2020.

Dia menjelaskan, seringkali yang menentukan penggunaan obat di RS adalah dokter dibanding level direksi. Usulan dari dokter inilah yang sangat dibutuhkan agar OMAI masuk formularium nasional.

“OMAI harus dipopulerkan agar perusahaan farmasi semakin banyak melakukan riset-riset. Industri juga butuh kepastian pasar. Kita jangan berputar-putar seperti lingkaran setan,” katanya.

Di Indonesia, penggunaan obat yang berasal dari alam seperti tumbuhan bukan hal yang tak lazim. Bahkan, setelah hadirnya obat kimia di pasaran, masih banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi obat herbal.

Hal itu tidak mengherankan karena Indonesia memiliki biodiversitas alam yang kaya, kedua di dunia setelah Brazil.

Kehadiran Obat Modern Asli Indonesia dapat memberikan banyak manfaat, di antaranya memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan dengan obat kimia, bahannya relatif mudah ditemukan di negeri sendiri, serta dapat menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam memproduksi obat. Seperti diketahui, selama ini 90 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kefarmasian Kemenkes Dita Novianti mengaku, pihaknya sudah mendukung penggunaan obat herbal. Menurutnya meskipun ada beberapa kekurangan tapi dengan regulasi yang ada saat ini sudah bisa mencukupi pengembangan obat herbal lokal.

“Kita butuh usulan obat OMAI agar diproses oleh Komite Nasional untuk pemilihan obat. Kami tidak menghalangi OMAI masuk JKN. Semua ada mekanismenya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini