Menpora Puji Penerapan Prokes Turnamen Bulutangkis di Bali

Baca Juga

MATA INDONESIA, NUSA DUA – Menpora Zainudin Amali memberikan apresiasi dan pujian kepada penyelenggaraan Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021 yang berlangsung di Bali dari 16 November-5 Desember mendatang.

Menpora Amali datang ke The Westin Resort, Nusa Dua, Rabu 1 Desember 2021 untuk melihat langsung bagaimana protokol kesehatan yang digunakan. Selain itu, dia juga ingin mengetahui bagaimana penyelenggaraan IBF 2021 yang tengah memanggungkan ajang HSBC BWF World Tour Finals 2021.

Selain ketatnya penerapan prokes, testing yang dilakukan oleh panitia penyelenggara sangat berkala. Tidak heran di sini semua bisa cepat diketahui hasilnya.

“Kehadiran saya ke sini untuk melihat bagaimana penerapan protokol kesehatan yang dilakukan. Saya melihat ke sini bahwa protokol kesehatan berjalan dengan sangat luar biasa baiknya,” ujar Amali.

“Para atlet tidak hanya karantina di sini tetapi juga bisa menikmati fasilitas yang ada, sehingga mereka tidak stres,” katanya.

Menpora juga memberikan pujian kepada induk organisasi bulutangkis nasional, PP PBSI yang telah menyelenggarakan ajang bulutangkis internasional ini dengan baik. Diharapkan cabang olahraga lain yang ingin menggelar turnamen level internasional bisa berkaca kepada PBSI.

“Kalau ada organisasi lain yang ingin menyelenggarakan kejuaraan internasional silakan mencontoh apa yang dilakukan PBSI,” ucapnya.

“PBSI saat ini menjadi contoh. Semua cabang olahraga yang ingin menyelenggarakan event harus banyak berdiskusi dengan PBSI. Mulai dari protokol kesehatan hingga pengambilan sampel doping di sini sangat bagus sekali,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Besar Negara: UU PPRT Lindungi Pekerja Rentan

Oleh: Dwi Saputri*)Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi tonggak strategis dalam memperkuat arsitektur ketenagakerjaan nasional yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Regulasi ini mencerminkan kemajuan signifikan dalammemastikan bahwa seluruh bentuk pekerjaan, termasuk sektor domestik, mendapatkanpengakuan, perlindungan, dan kepastian hukum yang setara. Negara menegaskankomitmennya untuk menghadirkan sistem kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga menjunjung tinggi martabat manusia.Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menegaskan bahwa pengesahan UU PPRT merupakan capaian penting dalam perjalanan bangsa menuju sistem ketenagakerjaanyang lebih berimbang. Kebijakan ini mencerminkan keberpihakan negara terhadappekerja rumah tangga sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Momentum ini sekaligus memperkuat nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial, serta menjadisimbol hadirnya negara dalam melindungi seluruh lapisan masyarakat.UU PPRT menghadirkan jaminan perlindungan yang komprehensif bagi pekerja rumahtangga. Hak atas jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan kini menjadi bagiandari sistem yang terintegrasi, didukung dengan akses terhadap pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kapasitas dan profesionalitas. Selain itu, pengaturan hubungan kerja yang lebih jelas menciptakan kepastian dan transparansi, sehingga mendorong terciptanya ekosistem kerja yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskanbahwa UU PPRT...
- Advertisement -

Baca berita yang ini