Menkes: Jumlah Kasus Positif Covid19 di Inggris Sudah Mengkhawatirkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Menteri Kesehatan (Menkes) Inggris Matt Hancock menyebut jumlah kasus positif Covid19 sudah “mengkhawatirkan.” Selain didominasi orang yang lebih muda angka pertambahan kasus tersebut pada Minggu 6 September 2020 sudah mencapai 2.988 kasus positif.

Peningkatan kasus positif Covid19 di kalangan orang muda memang telah menjadi tren di Eropa dan dunia. Sementara angka kasus positif di seluruh dunia hingga Minggu 6 September 2020 sudah lebih dari 27 juta orang.

“Peningkatan jumlah kasus yang kita saksikan hari ini mengkhawatirkan,” kata Hancock yang dikutip Senin 7 September 2020.

Maka, Hancock mengatakan semua orang harus mengikuti aturan menjaga jarak sosial guna mencegah penyebaran infeksi.

Kurva tren kasus Covid19 harian mulai tinggi dalam beberapa minggu belakangan, meski jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit dan korban meninggal masih di bawah level rendah.

Dua kematian tercatat dalam 28 hari setelah dinyatakan positif Covid19 dalam 24 jam sebelumnya, menurut pemerintah pada Minggu, menambah total menjadi 41.551 kematian.

Hancock mengatakan pemerintah akan terus memberlakukan pembatasan Covid19 untuk membantu menekan wabah penyakit tersebut, namun jaga jarak sosial masih menjadi garis pertahanan utama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini