Mengejutkan! Inggris Ingin Bekerja Sama dengan Taliban

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Pemerintah Inggris secara mengejutkan akan bekerja sama dengan Taliban. Strategi ini tak lain agar dapat memasuki pemerintahan di Afghanistan, Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace mengatakan.

“Siapa pun pemerintahan saat ini, asalkan mematuhi norma-norma internasional tertentu, pemerintah Inggris akan terlibat dengannya,” kata Ben Wallace, melansir Reuters, Rabu, 14 Juli 2021.

Taliban, yang memerintah Afghanistan dengan tangan besi sejak 1996 hingga 2001, telah berjuang selama 20 tahun untuk menggulingkan pemerintah dukungan Barat yang berpusat di Kota Kabul.

Didorong oleh kepergian pasukan asing dengan batas maksimum bulan September, kelompok pemberontak Taliban membuat dorongan baru untuk mengepung kota-kota dan menguasai banyak wilayah di Afganistan.

“Apa yang sangat diinginkan (Taliban) adalah pengakuan internasional. Mereka perlu membuka pembiayaan dan dukungan (untuk) pembangunan bangsa, dan Anda tidak melakukannya dengan balaclava ala teroris,” sambungnya.

“Anda harus menjadi mitra perdamaian jika tidak, Anda berisiko terisolasi. Isolasi membawa mereka ke tempat mereka terakhir kali”, tambahnya.

Wallace juga mengimbau Taliban dan presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, untuk bekerja sama demi menciptakan stabilitas perdamaian dan keamanan negara itu setelah selama beberapa dekade terlibat konflik.

Para pemimpin senior Afghanistan akan terbang ke Doha, Qatar untuk melakukan pembicaraan dengan Taliban pada pekan ini, karena kelompok pemberontak mengambil sikap keras dalam negosiasi.

Taliban juga memperingatkan Turki terhadap rencana untuk menahan beberapa pasukan di Afghanistan untuk menjalankan dan menjaga bandara utama Kabul. Para pejabat Taliban mengatakan pekan lalu bahwa kelompok itu telah menguasai 85 persen wilayah di Afghanistan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini