Menakar Hoki Trump dan Pasangan Harry-Meghan di Tahun Tikus Logam 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tahun Tikus Logam yang jatuh di 2020, diprediksi bakal membawa keuntungan alias hoki bagi Donald Trump.

Sejumlah ahli Feng Shui meramalkan bahwa walau tengah dibenturkan dengan proses pemakzulan, Presiden AS ini bakal melaluinya dengan mudah. Bahkan karier dan prestasinya bakal kian meroket.

Namun, hal sebaliknya malah akan menimpa pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Keduanya bakal menemui kesulitan di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Maka mereka diharapkan harus mewaspadai peruntungan di masa depan, terutama setelah memutuskan mundur dari keluarga kerajaan.

“Takdirnya (Trump) seperti anak surga yang bisa menghadapi rintangan dengan mudah,” ujar Suhu Feng Shui dari Taiwan Gao Yu-lin, seperti diberitakan AFP, Sabtu 25 Januari 2020.

“Trump bisa mengubah nasib buruk menjadi nasib baik sehingga ia bisa sukses dalam mendapatkan apa yang ia inginkan,” katanya lagi.

Namun, menurut Tsai Shang-chi, peramal nasib asal Taipei,Presiden AS ini juga perlu berhati-hati saat Pilpres nanti.

“Keberuntungan Trump amat besar di 2020, sangat mendukung untuk kampanye, namun apa dia bisa kembali terpilih atau tidak itu juga merupakan tantangan bagi dirinya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu ahli Feng Shui yang lain, Wang Hsin-yi mengatakan Trump kemungkinan mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi presiden AS. Prediksinya dibuat dengan menggunakan sistem ramalan kuno di kuil-kuil. Sistem ini didedikasikan oleh dewi laut Mazu.

Di sisi lain, Harry dan Meghan malah disarankan untuk berhati-hati terhadap masa depan. Lantaran setelah memutuskan pindah ke Vancouver, mereka otomatis tersingkir dari kehidupan bangsawan.

“Harry dan Meghan harus memikirkan kembali soal keputusan ini, menurut peruntungannya mereka tidak akan bisa jauh dari keluarga,atau hal-hal tidak akan berjalan baik,” kata Gao.

Menurutnya tahun-tahun berikutnya juga akan membawa pasangan tersebut akan menghadapi masalah yang lainnya.

Sedangkan menurut prediksi Tsai, berdasarkan ramalan bintang, pengaruh Meghan terhadap suaminya akan mulai terasa pada 2020.

“Meghan bisa memutuskan keputusan keuangan yang salah, sehingga menyebabkan kerugian finansial,” ujarnya.

Secara finansial, mereka bisa bertahan pada tahun 2020, namun tahun ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan rumah tangga Harry dan Meghan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini