Melihat Potret Pendidikan di Timur Indonesia, Indonesia Mengajar akan Gelar Konferensi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program keren untuk meningkatkan pendidikan khususnya di wilayah timur Indonesia.

Indonesia Mengajar melakukan program konferensi pendidikan di Timur Indonesia dengan menghadirkan 62 pandangan terkait pendidikan di wilayah timur Indonesia.

”Konferensi ini menghadirkan sebanyak 62 pandangan atau insight terkait pendidikan di timur Indonesia. Pandangan-pandangan yang ada tersebut diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia bagian timur,” ujar Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar Hikmat Hardono, Selasa 20 September 2022.

Pandangan tersebut berasal dari para akar rumput yakni dari para akademisi, penggerak pendidikan, hingga pelaku budaya. Pandangan-pandangan tersebut merupakan potret pendidikan di wilayah timur Indonesia selama 12 tahun kiprah Indonesia Mengajar di wilayah tersebut.

”Kami juga mengumpulkan pandangan atau praktik baik pendidikan di wilayah timur Indonesia, dengan mengundang para penggerak pendidikan, guru, dan lainnya. Materi-materi yang masuk kemudian dikurasi oleh para fasilitator,” kata dia.

Dia berharap pandangan tersebut dapat menjadi bahan bagi pemangku kepentingan dalam menghasilkan suatu kebijakan terutama terkait pendidikan di wilayah Indonesia bagian timur.

Hikmat mengatakan total terdapat 1.155 pengajar muda dari Indonesia Mengajar yang sudah bekerja di 38 kabupaten selama 12 tahun mengajar.

Pelaksanaan “Konferensi: Pendidikan di Timur Indonesia” akan diselenggarakan di Jakarta pada 24 September hingga 25 September 2022. Konferensi ini akan diikuti berbagai pihak mulai dari pegiat pendidikan, akademisi, pemerintah daerah, dan peneliti.

Konferensi itu juga menghadirkan berbagai ruang diskusi mulai ruang kebijakan, ruang budaya dan pendidikan, ruang dampak berkelanjutan, ruang inisiatif dan ruang interaksi.

Seorang pengajar muda angkatan XXI Kabupaten Maybrat Iffah Sulistyawati mengatakan kondisi infrastruktur pendidikan di daerah tersebut sudah cukup baik. Akan tetapi hal itu tidak didukung dengan sumber daya manusia pendidik yang cukup baik.

Iffah mengatakan selama bertugas di Maybrat, dia menerima perlakuan yang sangat baik dan masyarakat setempat sangat mendukung dirinya mengajar di sekolah tersebut. Bahkan masyarakat bahu-membahu mendukungnya sebagai pendidik di daerah itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini