Masyarakat Nduga Diminta Tak Terpancing Isu Bohong Soal Pembunuhan dan Mutilasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, NDUGA – Penjabat (Pj) Bupati Nduga, Namia Gwijangge meminta masyarakat tidak terpancing isu soal pembunuhan dan mutilasi empat warganya di Timika, Papua.

“Diharapkan tidak ada gerakan tambahan masyarakat atas kejadian pembunuhan yang terjadi di Timika. Kasus sudah ditangani, saya bersama Bapak Kapolres, Bapak Dandim terus mengawal kasus tersebut. Jadi masyarakat tidak usah terpancing isu isu bohong yang berkembang, mari kita sama sama jaga Kabupaten Nduga agar tetan aman,” ujar Namia, Senin 5 September 2022.

Saat ini, Polres Mimika dan Dirkrimum Polda Papua sedang mengungkap motif tersangka melakukan pembunuhan dan memutilasi empat korban yang dibuang ke sungai di Kampung Pigapu, Distrik Wania.

Dirkrimum Polda Papua, Kombes Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan para tersangka akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana 340 KUHP dan pasal 338 KUHP juncto pasal 55, 56 dan 365 KUHP.

Identitas keempat korban tersebut adalah Arnold Lokbere, Leman Nirigi, Irian Nirigi dan Atis Tini. Namun hanya dua yang dimutilasi yaitu Arnold dan Leman.

Saat ini Polda Papua telah menetapkan 10 tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi tersebut.

Dari 10 orang itu, enam di antaranya diamankan Sub Denpom karena berstatus anggota TNI dan seorang lagi masih buron.

Kejadian itu berawal dari rekayasa transaksi senjata yang berujung pembunuhan dan pelaku mengambil uang senilai Rp 250 juta pada 22 Agustus 2022.

Maka, penyidik polisi menyatakan peristiwa itu adalah sebuah perampokan karena transaksi tidak pernah terjadi.

Reporter: Alfin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini