Masih saja mengabaikan keselamatan di jalan Raya! Apa sih yang dicari?

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Keteledoran berkendara masih saja menjadi fenomena keseharian di jalan raya. Padahal sanksinya tidak sederhana. Bukan cuma bakal kena tilang, tapi juga bisa kena bencana. Hampir 99 persen kecelakaan lalu lintas di jalan raya, utamanya,  disebabkan oleh keteledoran pemakai jalan.

Pihak kepolisian, sejauh ini, tidak segan-segan untuk tegas, Tapi apa mau dikata kedisplinan memang bukan sesuatu yang mudah diterapkan. Dibutuhkan kesadaran penuh dari para pemakai jalan. Bersandar pada hal itu, berbagai edukasi public dilakukan polisi. Di antaranya, dengan menggelar operasi dalam rangka  mendorong ketaatan berlalu lintas.

Sebagaimana sudah dimaklumkan sebelumnya, saat ini, mulai dari tanggal 7 Februari 2023 hingga 20 Februari 2023,  Polisi sedang menggelar operasi keselamatan jaya tahun 2023. Ada beberapa sasaran utama dalam operasi keselamatan jaya tahun 2023 ini.

Di antaranya menggunakan HP saat mengemudi, pengendara di bawah umur, melanggar marka berhenti, melawan arus, berkendara di bawah pengaruh alkohol, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk keselamatan, tanda nomor kendaraan bermotor yang tidak sesuai ketentuan, penggunaan trotator yang tidak sesuai peruntukan dan melebihi batas kecepatan.

Pada hari pertama operasi, dikemukakan Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Maulana Jali Karepesina, melalui keterangan resminya, Selasa (7/2/2023), sebanyak 94 pelanggar lalu lintas ditindak Para pelanggar tersebut ada yang mendapat tindakan teguran maupun tilang elektronik atau ETLE.

“Dari 94 pelanggaran kami melakukan peneguran sebanyak 80 kali sementara ETLE Mobile terdapat 14 yang terekam,” kata Maulana.

 Operasi ini, dilaksanakan di 5 lokasi diantaranya di Tl. Tomang, Kolong FO Peninsula (Lawan Arus), Kolong FO. Slipi Jaya (Lawan Arus), Sepanjang Jl. Daan Mogot Jakarta Barat, Jl. Hayam Wuruk taman sari Jakarta Barat.  Maulana  menyampaikan dalam Operasi Keselamatan Jaya 2023 pihaknya mengedepankan tindakan preventif.

“Pelaksanaan operasi keselamatan jaya tahun 2023,  kami mengedepankan tindakan preventif, edukatif dan persuasif ,” jelas Maulana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini