Masih Perkasa, Indonesia Juara Umum ‘Russian Open 2019’

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Kejayaan olahraga bulu tangkis atlet-atlet kebangaan Tanah Air belum memudar, seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Buktinya, Indonesia menjadi juara umum di turnamen internasional Russian Open 2019 atau Rusia Terbuka 2019.

Indonesia menjadi juara umum setelah mengantongi tiga gelar juara di turnamen tersebut, yakni pada kelas tunggal putra, ganda putri dan ganda campuran.

Pasangan ganda putri baru Indonesia yang menjadi unggulan lima, yakni Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani menjadi pembuka gelar untuk tim Tanah AIr.

Istarani dan Tania menumbangkan unggulan empat dari Jepang, yakni Miki Kashihara/Misuki Kato dalam dua babak dengan skor 23-21 dan 21-16.

Selanjutnya, gelar kedua dipersembahkan oleh tunggal putra unggulan dua, Shesar Hiren Rhustavito yang mengalahkan unggulan tiga dari Singapura, Loh Kean Yew dalam dua babak dengan skor 21-17 dan 21-19.

Gelar ketiga akhirnya diraih oleh ganda campuran unggulan tujuh, Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso mengalahkan pasangan tuan rumah unggulan pertama, Evgenij Dremin/Evgenia Dimova dalam tiga gim, 19-21, 21-13 dan 21-15.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini