Maret Ini, Film Animasi Tom dan Jerry Hadir di Indonesia, Catat Tanggalnya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA– Semua kalangan mulai anak-anak hingga orang dewasa pasti tahu film animasi Tom dan Jerry. Film yang menyuguhkan pertikaian kucing dan tikus ini memang selalu digemari.

Nah, kabar terbaru, film yang biasa hadir dengan kualitas 2D atau kartun, kini akan hadir dengan versi 3D layaknya film Sonic.

Disutradarai oleh Tim Story, nantinya film ini akan dibintangi oleh Chole Grace Moretz berperan sebagai Kayla, Michael Pena sebagai Terrance, Ken Jeong sebagai Jackie, Rob Delaney sebagai DuBros dan Colin Jost sebagai Ben.

Rencananya film ini menyambangi Indonesia pada 10 Maret 2021. Disebutkan bahwa film ini bercerita tentang kucing dan tikus berada di New York dimana kehadiran Jerry di hotel mewah memicu perburuan tikus secara besar-besaran.

Hal ini pun berdampak pada karyawan hotel baru yakni Kayla. Ia yang disuruh oleh pihak hotel, akhirnya mempekerjakan calon musisi Tom dan sosok kucing kampung untuk mengusir Jerry.

Namun tak lama, Tom and dan Jerry bersekutu melawan masalah yang lebih besar: seorang staf yang iri dan ingin membuat masalah dengan mereka bertiga.

Jika kamu ingin menontonnya, kamu bisa menontonnya melalui Cartoon Network di jam 10.30 setiap Sabtu. Atau jika tak ingin dari Cartoon Network, kamu bisa menontonnya di Boomerang The Tom and Jerry Show, setiap hari jam 17.00 WIB dan selama dua bulan penuh saluran ini akan menayangkan berbagai serialnya sepanjang Maret dan April.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini