Mantul, Prabowo Bakal Berikan Lahannya untuk Ibu Kota Baru

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA - Bukan hanya mendukung, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dikabarkan akan memberikan lahannya di Kalimantan Timur untuk dibangun ibu kota baru.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra,  Edhy Prabowo di Kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa 27 Agustus 2019.

Menurut Edhy, ketua umumnya memang memiliki sebidang lahan di Kalimantan Timur. Namun sayang dia tidak mengungkapkan luasnya.

“Pak Prabowo sudah menyampaikan kepada publik, kepada kita semua, kepada seluruh rakyat Indonesia, manakala diperlukan untuk kepentingan negara beliau akan siap untuk memberikan apapun yang beliau miliki itu,” kata Edhy kepada wartawan, di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 27 Agustus 2019.

Edhy mengatakan Prabowo sudah memiliki lahan tersebut sebelum ada rencana pemindahan ibu kota. Namun, soal kepemilikan tersebut tidak perlu dipersoalkan lagi.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini