Mantul, Jokowi Selesaikan Masalah Korban Gempa di Ambon dan Palu Hari Ini

Baca Juga

MINEWS.ID, AMBON – Setelah menyelesaikan masalah yang menimpa korban kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, hari ini 29 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyelesaikan masalah korban gempa di Ambon dan Palu.

“Rencananya, Kepala Negara juga akan berdialog dengan tokoh agama dan perwakilan masyarakat penyintas gempa dari Kabupaten Maluku Tengah,” kata Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini, Selasa 29 Oktober 2019.

Hingga kini banyak masalah yang dihadapi korban gempa, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal dan tempat usaha.

Selesai dari Ambon, Jokowi dan rombongan bertolak ke Palu, Sulawesi Tengah. Di Palu, Jokowi akan meninjau lokasi hunian tetap Duyu dan hunian tetap Tondo.

Di situ Jokowi juga akan mencari jalan keluar soal polemik pembagian hunian tetap yang belakangan ramai diributkan.

Selepas dari Palu, Jokowi dan rombongan pulang menuju Jakarta, sore harinya. Kunjungan ke Palu mengakhiri serangkaian kunjungan kerja Jokowi di luar kota sejak hari Sabtu (26/10).

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini