Mantul! Final Kompetisi Antarklub Eropa Dikuasai Klub Inggris

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pertama kali dalam sejarah dunia, final kompetisi antarklub Eropa didominasi tim-tim Inggris pada musim ini. Setelah final Liga Champions yang mempertemukan Liverpool vs Tottenham Hostpur, giliran final Liga Europa yang menyuguhkan laga Chelsea vs Arsenal.

Kepastian itu didapat setelah Chelsea berhasil menyingkirkan Eintracht Frankfurt lewat adu penalti demi mencapai final Liga Europa usai menang 4-3 dalam drama titik 12 pas di Stamford Bridge, Jumat dini hari WIB, 9 Mei 2019..

Rencananya, Chelsea akan berhadapan dengan Arsenal yang sudah lebih dulu melenggang ke final Liga Europa usai menang 4-2 di markas Valencia dan memegang keunggulan agregat tegas 7-3.

Sementara itu di Liga Champions Liverpool akan menghadapi Tottenham Hotspur, setelah keduanya menorehkan kisah epic comeback bersejarah dalam laga semifinal atas lawan masing-masing.

Liverpool, yang kalah 0-3 dari Barcelona di laga pertama, berhasil melunasi defisit tersebut dengan kemenangan 4-0 di Anfield pada Rabu 8 Mei dini hari WIB lalu, untuk melenggang dengan agregat 4-3.

Keberhasilan Liverpool disusul oleh Tottenham, yang membalikkan kekalahan 0-1 di laga pertama dengan kemenangan 3-2 di markas Ajax pada Kamis 9 Mei dini hari WIB kemarin.

Tottenham lolos berkat keunggulan agresivitas gol tandang dalam skor agregat 3-3. Formasi final Liga Champions dan Liga Europa musim ini sekaligus menjadi pertama kali sepanjang sejarah diisi oleh empat tim satu negara.

Final Liga Champions antara Liverpool vs Tottenham akan digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Spanyol, pada Sabtu 1 Juni 2019 waktu setempat atau Minggu 2 Juni 2019 dini hari WIB.

Sedangkan final Liga Europa yang mempertemukan Arsenal kontra Chelsea berlangsung tiga hari lebih awal yakni pada Rabu 29 Mei 2019 waktu setempat atau Kamis 30 Mei 2019 dini hari WIB di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini